Tentang Pemilu 2024, Joe Biden: Saya Bisa Saja Mati Tiba-Tiba Besok

Biden hampir menginjak usia 80 tahun dan kini memegang rekor sebagai presiden tertua dalam sejarah AS.


zoom-inlihat foto
Presiden-Amerika-Serikat-Joe-Biden-berpidato-p.jpg
TIMOTHY A. CLARY / AFP
Presiden Amerika Serikat Joe Biden berpidato pada sidang Majelis Umum PBB ke-77 di Kota New York, (21/9/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketika diwawancarai tentang pilpres 2024, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengaku bisa saja "mati tiba-tiba besok".

Dalam wawancara itu Biden mengaku sudah siap secara mental dan fisik dalam menghadapi pilpres selanjutnya.

Dia mengutarakan keinginannya untuk menjadi Presiden AS selama dua periode. Namun, Biden mengatakan pemilih berhak meragukan kesiapan Biden.

Biden hampir menginjak usia 80 tahun dan kini memegang rekor sebagai presiden tertua dalam sejarah AS.

Muncul kekhawatiran tentang kesehatan Biden lantaran bicaranya mulai gagap atau tidak lancar.

"Cara terbaik untuk menilai adalah, seperti yang Anda tahu, dengan melihat saya. Anda tahu, apakah saya mulai lamban?" kata Biden ketika diwawancarai MSNBC, (23/10/2022), dikutip dari The Times.

"Saat ini, amit-amit, saya tidak ingin mendapat kemalangan, kondisi kesehatan saya baik, dan kesehatan mental juga."

Baca: Salahkan Biden, Trump Sebut AS Hampir Paksa Putin Serbu Ukraina

Angka kepuasan terhadap kinerja Biden anjlok hingga menjadi hanya 40 persen. Pemerintahannya bersusah payah menahan laju inflasi dan kenaikan biaya hidup di AS.

Adapun saat ini partai Biden, yakni Demokrat, tengah mempersiapkan pemilu legistlatif yang digelar bulan November mendatang.

Baca: Sebut Putin Tak Hanya Menggertak, Biden Singgung Ancaman Armageddon

Pada pilpres mendatang, Biden kemungkinan besar akan menghadapi lawan lamanya, yakni Donald Trump. Sama seperti Biden, Trump juga dipertanyakan kesehatannya. Usia Trump saat ini 76 tahun, tidak terpaut jauh dari Biden.

Trump saat ini menghadapi sejumlah masalah. Dua di antaranya adalah dugaan keterlibatan dia dalam peristiwa penyerbuan ke Gedung DPR dan kasus pemindahan dokumen rahasia AS ke rumah pribadinya, Mar-a-Lago.

FBI sempat menggerebek rumah Trump dan membawa sejumlah kotak berisi dokumen. Beberapa di antaranya adalah dokumen tentang program rudal balistik Iran dan laporan intelijen tentang Tiongkok.

Trump mengklaim bahwa dokumen tersebut adalah miliknya. Dia juga mengaku sudah mendeklasifikasi dokumen itu sebelum meninggalkan Gedung Putih.

Melalui media sosial Truth Social, mantan presiden itu mengecam penggerebakan di Mar-a-Lago. Dia mengklaim FBI, Kementerian Kehakiman, Arsip Nasional, dan Records Administrasion berusaha menjebaknya.

Baca: Duduk di Barisan 14 pada Acara Pemakaman Elizabeth II, Biden Dihujat Trump

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Joe Biden di sini

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved