TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak sudah di ambang kemenangan dalam perebutan kursi Perdana Menteri (PM) Inggris.
Adapun Boris Johnson yang menjadi lawan potensial Sunak memutuskan batal maju sebagai calon PM, (23/10/2022).
Sebelumnya, Johnson sempat mengklaim telah meraup dukungan dari 102 anggota parlemen. Jumlah itu sudah bisa membuat Johnson melewati ambang batas yang diperlukan untuk mencalonkan diri.
Namun, mantan PM itu tak jadi maju. Dia ternyata hanya mendapat 56 dukungan. Lawannya juga mengklaim bahwa dia kesusahan menggalang dukungan.
Selama sepekan ini Johnson dilaporkan mendekati Sunak dan Mordaunt, Ketua Majelis Rendah, untuk membuat kesepakatan. Namun, Sunak dan Mordaunt menolaknya.
Tenggat waktu pencalonan adalah pukul 14.00 waktu Inggris. Sunak kini memiliki satu lawan, yakni Mordaunt. Belum diketahui apakah Mordaunt masih bisa lanjut menjadi kandidat PM. Dia hanya mendapat 25 dukungan dari anggota parlemen Partai Konservatif.
Baca: Perebutan Kursi PM Inggris, Boris Johnson Sudah Dapatkan Banyak Dukungan
Adapun Johnson dengan terbuka sempat menyatakan keinginannya untuk kembali menjadi PM jika pemerintahan Truss bubar. Dia merasa punya "kesempatan sangat besar" untuk kembali berkantor di Downing Street. Namun, dia batal maju.
Baca: Liz Truss Mundur, Boris Johnson Berambisi Kembali Jadi PM Inggris
"Selama beberapa hari belakangan saya sedih karena mendapati kenyataan bahwa ini bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Anda tidak bisa memimpin dengan efektif jika Anda tidak punya persatuan dalam parlemen," kata Johnson dikutip dari The Times.
"Dan meskipun saya telah menghubungi Rishi dan Penny, karena saya berharap kami bisa bersatu demi kepentingan nasiona, sayangnya kami tidak bisa mencari jalan untuk melakukan ini. Jadi, saya takut bahwa hal terbaiknya adalah saya membatalkan pencalonan saya, dan berkomitmen mendukung siapa pun yang menang," kata dia menjelaskan.
Johnson tidak menjelaskan apakah dia masih ingin menjadi PM suatu saat nanti. "Saya meyakini bahwa saya punya banyak hal yang bisa ditawarkan, tetapi saya khawatir ini bukan waktu yang tepat."
Setelah pengumuman batalnya pencalonan Johnson, beberapa pendukung Johnson ganti mendukung Sunak. Per Minggu malam, (23/10/2022), Sunak sudah mendapat 146 dukungan. Salah satu yang mendukung Sunak adalah Suella Braverman yang baru saja mundur dari jabatannya sebagai Menteri Dalam Negeri.
Baca: Mendagri Inggris Braverman Mundur, Pemerintahan Liz Truss Makin Kacau
Sunak berharap Johnson "tetap berkontribusi demi kehidupan masyarakat di dalam negeri dan luar negeri".
"Boris Johnson menghasilkan Brexit dan peluncuran vaksin yang hebat. Dia memimpin negara itu dalam melewati beberapa tantangan tersulit yang pernah kita hadapi, dan kemudian dia menghadapi Putin dan perang barbarnya di Ukraina. Kita akan selalu berterima kasih kepadanya atas hal itu," kata Sunak.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Inggris di sini