Mahfud MD Buka Suara soal Penggunaan Gas Air Mata hingga Ribuan Suporter Turun ke Lapangan

Menkopolhukam Mahfud MD menjelaskan soal penggunaan gas air mata hingga suporter Arema FC yang turun ke lapangan sehingga terjadi tragedi Kanjuruhan.


zoom-inlihat foto
mahkamah-konstitusi-2.jpg
Tribunnews Images
Mahfud MD saat masih aktif di MK, 10 Januari 2013.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD angkat bicara tentang penggunaan gas air mata saat terjadinya tragedi Kanjuruhan, Malang.

Penggunaan gas air mata kerap dianggap obsesif atau mungkin dianggap sebuah tindakan yang harus dilakukan lantaran terpaksa.

Mahfud MD menjelaskan saat terjadinya tragedi Kanjuruhan selesai pertandingan selesai, beberapa penonton turun ke lapangan.

Keadaan menjadi tidak terkendali sehingga gas air mata mulai ditembakkan.

Meski begitu, Mahfud mengatakan pihaknya akan tetap mendalami kejadian tersebut.

Termasuk apakah gas air mata tersebut telah kadaluarsa atau belum.

"Itu bisa abuse of power menurut beberapa sumber, tapi juga bisa kalau lihat keterangan yang resmi ya yang resmi nanti kita selidiki dulu itu bisa juga darurat (penggunaan gas air mata)."

"Karena begini, begitu pemainnya turun selesai (pertandingan), lalu kira-kira 2.000 atau 3.000 orang turun mendadak dari (tribun)."

"Keadaan sudah tidak terkendali, ada yang mengejar pemain, ada yang berteriak-teriak macam-macam dari berbagai penjuru."

Baca: Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Temukan Bukti Penting & Kumpulkan Keterangan soal Gas Air Mata

"Saya juga mendapat penjelasan dari beberapa orang di lapangan kalau Arema itu main begitu selesai main itu biasanya penonton turun untuk mengucapkan terima kasih kepada penonton kalah atau menang, tapi yang terjadi kemarin bukan orang (mengucapkan terima kasih) tapi orang marah-marah dan berteriak (mereka) bukan orang mau menyampaikan selamat."

"Nah ini pun harus kita selidiki dulu, apakah ini karena terpancing lebih dulu oleh gas air mata atau bagaimana, kita kita konstruksikan dulu situasinya," kata Mahfud MD dalam tayangan Rosi Kompas Tv, Sabtu (9/10/2022).

Ia juga meminta timnya untuk menyambangi stadion Kanjuruhan, Malang.

Baca: Daftar 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Orang, Ada Plt LIB Inisial AHL

"Bagaimana menimbangnya bahwa penggunaan gas air mata itu adalah sesuatu yang dianggap perlu dan bagaimana juga menimbangnya bahwa gas air mata itu sebagai sebuah tindakan yang abuse of power yang menyebabkan ratusan orang meninggal," papar Mahfud.

Lalu, berdasarkan temuan-temuan itu, timnya akan mengongstruksi data secara benar.

"Kalau saya nonton sepak bola di mana-mana biasanya misalnya 10 menit sebelum pertandingan bubar semua pintu udah dibuka ini sudah orang ribut (penontonnya) tapi belum dibuka (pintunya) juga gitu sampai ada korban jiwa, itu Presiden tau dan itu yang disampaikan catatan oleh Presiden ke saya bahwa Presiden sudah pernah ke Kanjuruhan," tegas Mahfud.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Jalanan (2014)

    Jalanan adalah sebuah film drama Indonesia yang dibintangi
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved