Kendati Telah Minta Maaf, Prajurit TNI yang Tendang Suporter Akan Tetap Diproses Hukum

Seorang prajurit TNI AD tetap diproses hukum karena menendang Aremania saat tragedi di Stadion Kanjuruhan.


zoom-inlihat foto
Tangkapan-layar-Twitter-mhmmd_faizall.jpg
Tangkapan layar Twitter @mhmmd_faizall
Seorang prajurit melakukan tendangan “kungfu” terhadap seorang remaja suporter Arema FC pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Prajurit TNI AD yang menendang Aremania saat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, tetap diproses hukum kendati telah meminta maaf.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Arh Hamim Tohari menjelaskan prajurit itu tetap diproses hukum guna mendalami kesalahan mereka saat tragedi itu tejadi.

“Pemeriksaan tetap dilakukan oleh polisi militer untuk mendalami sejauh mana kesalahan yang dilakukan," kata Hamim, seperti dikutip dari Kompas.com.

Hamim mengatakan bahwa semua kemungkinan kesalahan dan penyebab kekerasan terjadi dalam tragedi tersebut akan terus didalami.

Dia juga menuturkan hingga kini Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Pomad) sudah memeriksa lima prajurit mengenai kekerasan berlebih yang terjadi dalam insiden Kanjuruhan.

“Ada lima anggota yang diperiksa,” imbuhnya.

Sebelumnya, prajurit TNI yang menendang Aremania itu telah meminta maaf kepada korban dan keluarga, Sabtu (1/10/2022).

Baca: Korban Tragedi Kanjuruhan akan Dapat Trauma Healing hingga Santunan Sosial dari Pemerintah

Permintaan maaf tersebut terlihat dari video yang beredar di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan seorang anggota TNI menyambangi rumah korban dan tengah berbicara dengan seorang perempuan yang diduga keluarga korban.

Kegiatan itu pun dibenarkan oleh pendamping hukum korban dari Peradi Malang, Muji Laksono.

Muji mengungkapkan korban yang ditendang anggota TNI itu berinisial MHR (16) asal Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Baca: Irjen Fadil Imran: Ada Tindakan di Luar Prosedur dalam Penanganan Kerusuhan di Kanjuruhan

"Sudah, sudah minta maaf (oknum anggota TNI), kemarin Selasa (4/10/2022). Pangdam juga datang (ke rumah korban)," ungkap Muji.

Muji juga menjelaskan saat itu MHR turun ke lapangan untuk memberikan semangat kepada tim Arema FC setelah kalah dari Persebaya.

Namun, terjadi kesalahpahaman antara aparat dan suporter sehingga terjadi kericuhan.

"Ya enggak mau bikin kerusuhan, tapi mungkin salah paham antara aparat dan penonton, artinya dihalau lah penonton ini yang sudah di lapangan termasuk Rafi itu, tumbang, seperti yang di video," papar Muji.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved