Saat di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/10/2022), Andika meminta waktu untuk menelusuri terlebih dahulu.
Markas Besar TNI, kata Andirka, sudah mulai investigasi aksi tindakan berlebihan prajuritnya sejak Minggu (2/10/2022) sore.
“Kita satuan akan telusuri dulu. Biarkan kami tuntaskan sampai dengan besok sore, kita janji,” kata Andika.
Kapolda Jatim Minta Maaf Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta menyampaikan permintaan maaf dan menyesalkan tragedi dalam pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Sebelumnya, Aremania (fan Arema FC) mendesak polisi meminta maaf setelah 125 nyawa melayang dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) tersebut.
Kapolda Jatim mengakui dalam pengamanan saat itu terdapat kekurangan.
"Saya selaku Kapolda ikut prihatin dan turut menyesal, sekaligus minta maaf di dalam proses pengamanan yang sedang berjalan ada kekurangan," kata Nico di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang pada Selasa (4/10/2022), dikutip dari Kompas.com.
Kapolda mengatakan, total ada 125 orang meninggal dunia dan sekitar 300 orang dirawat di rumah sakit.
Pihaknya berjanji melakukan penegakan hukum kepada siapa saja yang bersalah.
"Apalagi kepada anggota yang bersalah, dan tentunya proses ini sedang berjalan," katanya.
Pihak kepolisian akan mengevaluasi bersama dengan panitia pelaksana, pihak Liga Indonesia Baru, dan PSSI.
"Kami mohon doa, semoga permasalahan ini bisa diselesaikan bersama. Ini kota kita, ini tempat kita bersama. Satu rumah ada permasalahan, saya yakin bisa diselesaikan oleh orang yang tinggal di rumah tersebut. Kita semua bersaudara, langkah-langkah ini pasti membawa hal yang positif," katanya.
Terkait perbaikan sarana dan prasarana serta kendaraan yang mengalami kerusakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemprov Jatim dan Pemkot serta Pemkab Malang.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, polisi masih melakukan penanganan, kemudian investigasi dan pemeriksaan terhadap anggota juga terus berjalan.
Terkait penembakan gas air mata, hal itu bagian dari materi proses identifikasi untuk melakukan audit, pemeriksaan, dan analisis mendalam.
(TRIBUNNEWSWIKI/PUTRADI PAMUNGKAS/Ka)