Tiongkok Peringatkan Ada Konsekuensi Besar jika Ukraina Gabung dengan NATO

Tiongkok menyinggung kemungkinan terjadinya perang nuklir jika Ukraina bergabung dengan NATO.


zoom-inlihat foto
Presiden-Tiongkok-Xi-Jinping-dan-Presiden-Rusia.jpg
CreditALEXANDR DEMYANCHUK / SPUTNIK / AFP
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin berfoto bersama pada pertemuan Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, (15/9/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tiongkok memperingatkan Amerika Serikat tentang konsekuensi besar yang muncul jika Ukraina bergabung dengan NATO.

Media Global Times milik pemerintah Tiongkok menyebut masuknya Ukraina ke dalam organisasi pertahanan itu akan membuat konflik makin besar.

Selain itu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga bisa mengancam bakal menggunakan senjata nuklir untuk melawan Barat.

"Semua negara Eropa akan gemetar ketakutan di bawah bayang-bayang perang nuklir yang mungkin terjadi," demikian pernyataan Global Times dikutip dari Newsweek.

Media itu juga mendesak negara-negara Barat untuk menarik diri dari Eropa Timur.

Baca: Popularitas Putin Disebut Turun, Pertama sejak Invasi di Ukraina

"Dalam kasus itu, tak akan ada keamanan bagi tiap orang, tidak bagi Ukraina, tidak bagi dunia."

"Bukannya mencari resolusi untuk mengakhiri konflik itu, Washington sekali lagi, dan lagi, telah memperlihatkan bahwa AS menyerang ke arah lain, mengobarkan api peperangan."

Beberapa pekan belakangan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Tiongkok juga memiliki kekhawatiran mengenai perang di Ukraina. Kedua negara itu kini menjadi sekutu dekat.

Baca: Tiongkok Bersikap Adil saat Tanggapi Invasi Rusia, Putin: Terima Kasih

David Shullman, direktur senior pada Global China Hub, Atlantic Council, buka suara mengenai pendapat Global Times.

"Ya, Tiongkok memang menginginkan perang ini berakhir karena perang ini tidak sesuai dengan kepentingan strategis Tiongkok dan tidak berjalan baik bagi Rusia, rekan Beijing yang paling penting," kata Shullman kepada Newsweek melalui surel.

"Namun, bukannya mendesak adanya perubahan di pihak Rusia, Xi Jinping menyalahkan AS dan NATO sebagai tokoh antagonis yang memaksa Putin untuk makin mengancam Barat."

Sementara itu, AS hingga kini masih enggan terlibat langsung dalam perang antara Ukraina dan Rusia. Kendati demikian, AS terus memasok bantuan untuk Ukraina.

Baca: Terinspirasi Ukraina, Warga Taiwan Bersiap Hadapi Potensi Invasi Tiongkok

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berpidato pada sidang Majelis Umum PBB ke-77 di Kota New York, (21/9/2022).
Presiden Amerika Serikat Joe Biden berpidato pada sidang Majelis Umum PBB ke-77 di Kota New York, (21/9/2022). (TIMOTHY A. CLARY / AFP)

Presiden AS Joe Biden mendukung bergabungnya Ukraina dengan NATO. Biden juga memperingatkan konsekuensi yang muncul jika Rusia nekat menyerang negara-negara yang berbatasan dengan negara anggota NATO.

"Amerika sudah siap sepenuhnya bersama sekutu NATO kita untuk membela setiap inci wilayah NATO. Setiap inci," kata Biden pada hari Jumat di Washington.

Adapun NATO secara terbuka telah mendukung Ukraina untuk merebut kembali wilayahnya yang diduduki Rusia.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Tiongkok di sini

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved