Terinspirasi Ukraina, Warga Taiwan Bersiap Hadapi Potensi Invasi Tiongkok

Warga Taiwan mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan invasi Tiongkok.


zoom-inlihat foto
latihan-militer-Tiongkok.jpg
NOEL CELIS / AFP
Orang-orang berjalan di depan layar besar yang menampilkan berita tentang latihan militer Tiongkok di dekat Taiwan, (4/8/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejumlah warga Taiwan mempersiapkan diri guna menghadapi kemungkinan invasi Tiongkok.

Seminggu sekali, mereka pergi mengikuti pelatihan penanganan luka dan trauma di sebuah gereja di Taipei.

Di ibu kota Taiwan itu, pelatihan seperti ini banyak peminatnya. Hal ini karena beberapa warga Taiwan meyakini invasi Tiongkok kelak bakal terjadi.

"Kami tahu pada akhirnya ini [invasi] akan terjadi, tetapi kami melanjutkan kehidupan normal kami," kata Wang Juyin, seorang guru yang mengikuti pelatihan, dikutip dari The Times, (21/9/2022).

"Kemungkinan adanya invasi meningkat. Kemungkinan itu akan terjadi ketika saya masih hidup. Jika invasi benar-benar terjadi, saya ingin ikut berperan [dalam mempertahankan]. Pelatihan sore ini membuat saya yakin bisa melakukannya."

Taiwan hingga kini masih diklaim oleh Tiongkok sebagai wilayahnya. Selama dipimpin Presiden Xi Jinping, Tiongkok terus mengusahakan penyatuan Taiwan-Tiongkok.

Baca: Joe Biden Tegaskan Militer AS Akan Bantu Taiwan jika Tiongkok Menyerbu

Tahun lalu Tiongkok mulai sering menerbangkan jet tempur di sekitar wilayah Taiwan. Adapun pada bulan Agustus lalu Tiongkok menggelar latihan militer besar-besaran di Selat Taiwan. Latihan itu merupakan buntut kedatangan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan.

Baca: Tiongkok Marah karena AS Akan Jual Senjata Senilai Rp16,3 T kepada Taiwan

Kini potensi invasi Tiongkok ke Taiwan dianggap makin besar.

"Kami semua menyadari bahwa sistem demokrasi kami yang damai sangat rentan rusak," kata Enoch Wu mantan anggota pasukan khusus Taiwan. Pasukan itu menggelar pelatihan penanganan luka serta trauma.

Pelatihan serupa juga digelar oleh Akademi Kuma dan banyak diminati. Bahkan, daftar tunggu sudah mencapai 3.000 orang.

Warga Taiwan merasa harus melakukan sesuatu setelah mereka melihat dua hal. Pertama, Tiongkok telah melakukan penindakan keras di Hong Kong. Kedua, invasi Rusia ke Ukraina.

Awalnya Taiwan merasa Beijing tidak akan menekan kebebasan politik di Taiwan karena takut bakal membahayakan ekonominya.

Baca: Taiwan Menembak Jatuh Drone yang Datang dari Tiongkok

"Kami awalnya berpikir bahwa Tiongkok tidak akan menyerang kami karena Tiongkok tidak ingin merugikan ekonominya serta merugikan kita," kata Althea Chung dari Forward Alliance. "Hong Kong membuktikan bahwa kami keliru."

Wisatawan melihat helikopter militer Tiongkok terbang melewati Pulau Pingtan, salah satu wilayah Tiongkok yang paling dekat dengan Taiwan. Tiongkok menggelar latihan militer di sekitar Taiwan mulai 4 Agustus 2022,
Wisatawan melihat helikopter militer Tiongkok terbang melewati Pulau Pingtan, salah satu wilayah Tiongkok yang paling dekat dengan Taiwan. Tiongkok menggelar latihan militer di sekitar Taiwan mulai 4 Agustus 2022, (HECTOR RETAMAL / AFP)

Sementara itu, invasi Rusia ke Ukraina menunjukkan bahwa sebuah negara bisa diinvasi oleh negara tetangga yang lebih kuat. Namun, keberhasilan warga Ukraina menahan pasukan Ukraina telah memberikan harapan.

"Banyak warga Taiwan melihat apa yang terjadi di Ukraina dan sadar bahwa perang itu mungkin terjadi, perang itu bisa terjadi pada mereka," kata Marcus Ho, pendiri Akademi Kuma.

Menurut Ho, perang bukan sakadar masalah kekuatan militer. Perang juga menunjukkan ketangguhan warga negara.

"Saya pikir moral tinggi yang dimiliki oleh warga Ukraina telah banyak menginsiprasi warga Taiwan."

Baca: Kapal Perang AS di Selat Taiwan & Buat Provokasi, Militer Tiongkok Bersiaga

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Taiwan di sini

 

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved