CEO Pfizer Albert Bourla Terkena Covid-19 untuk Kedua Kalinya

CEO Pfizer Albert Bourla sudah pernah terkena Covid-19 pada bulan Agustus lalu.


zoom-inlihat foto
CEO-Pfizer-Albert-Bourla.jpg
FABRICE COFFRINI / AFP
CEO Pfizer, Albert Bourla, saat menghadiri sidang tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, (25/5/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - CEO Pfizer Inc., Albert Bourla, kembali terkonfirimasi positif Covid-19, (24/9/2022).

"Saya merasa baik-baik saja dan tidak ada gejala," kata Bourla dalam pernyataan, dikutip dari Reuters.

Bourla sudah pernah terkena Covid-19 pada bulan Agustus lalu.

Pria berumur 60 tahun itu kemudian mendapatkan pengobatan dengan Paxlovid. Paxlovid adalah obat antiviral yang diberikan kepada orang yang berisiko tinggi, misalnya para lansia.

Bourla sendiri sudah menerima empat dosis vaksin Covid-19 buatan perusahaannya, Pfizer, dan BioNTech yang berasal dari Jerman. Namun, dia mengaku belum disuntuk vaksin bivalent booster terbaru.

Vaksin bivalent itu dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech dan menargetkan virus corona varioan Omicron BA.4 dan BA.5. Varian BA.4 menyumpang 1,8% kasus infeksi corona di merika Serikat. Adapun BA.5 menyumbang 84,8%.

Baca: Vaksin Pfizer

"Saya belum menerima bivalent booster terbaru karena saya mengikuti pedoman CDC, yakni menunggu 3 bulan sejak kasus Covid-19 pertama saya pada pertengahan Agustus lalu," kata dia menambahkan.

Baca: Pfizer Minta Vaksin Covid-19 Buatannya Diizinkan Digunakan untuk Balita

Pada bulan kemarin Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengizinkan penggunaan vaksi booster terbaru buatan Pfizer dan BioNTech yang menyasar subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Badan kesehatan federal menyebut pekan ini sudah ada 25 juta dosis vaksin bivalent yang dikirimkan. Sebagian besar vaksin tersebut adalah buatan Pfizer/BioNTech.

Efektif melindungi balita

Pada bulan Agustus lalu Pfizer juga menyatakan vaksin buatannya 73 persen efektif melindungi balita, (23/8/2022).

Di Amerika Serikat vaksinasi Covid-19 untuk balita telah dilakukan sejak bulan Juni lalu. Vaksin Pfizer diizinkan disuntikkan pada bayi dengan umur minimal 6 bulan.

Sebelumnya, sudah ada penelitian yang menunjukkan bahwa vaksin Pfizer aman digunakan dan menghasilkan tingkat antibodi yang tinggi.

Hingga pertengahan Agustus 2022, baru sekitar 6 persen dari balita di AS yang sudah mendapatkan setidaknya satu dosis.

Baca: CDC: Vaksin Pfizer Kebanyakan Hanya Sebabkan Efek Samping Ringan pada Anak

Seorang petugas kesehatan di Israel mengambil botol vaksin Pfizer / BioNTech di pusat yang dibuka oleh otoritas Tel Aviv.
Seorang petugas kesehatan di Israel mengambil botol vaksin Pfizer / BioNTech di pusat yang dibuka oleh otoritas Tel Aviv. (JACK GUEZ / AFP)

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Pfizer di sini

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved