Armenia & Azerbaijan Saling Tuduh Lawannya Melanggar Perjanjian Gencatan Senjata

Tuduhan ini muncul setelah adanya tembakan di perbatasan kedua negara bekas Uni Soviet itu pada hari Kamis malam.


zoom-inlihat foto
pendukung-Armenia.jpg
OLIVIER CHASSIGNOLE / AFP
Di Lyon, Prancis, pendukung Armenia berunjuk rasa memprotes tindakan Azerbaijan, (15/9/2022). Armenia dan Azerbaijan menyetujui gencatan senjata di perbatasan tanggal 15 September 2022


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Armenia dan Azerbaijan saling menuduh lawannya melanggar perjanjian genjatan senjata, (23/9/2022).

Tuduhan itu muncul setelah adanya tembakan di perbatasan kedua negara bekas Uni Soviet itu pada hari Kamis malam.

Dalam pernyataannya, Armenia menuding Azerbaijan lebih dulu melepaskan tembakan. Di sisi lain, Azerbaijan ganti menuduh Armenia memulai lebih dulu.

Pada bulan ini insiden tembak-menembak di antara kedua belah pihak telah menewaskan hampir 200 tentara. Kedua negara itu lantas menyetujui perjanjian gencatan senjata yang ditenghi oleh Rusia. Kendati demikian, situasi di perbatasan tetap panas.

"Pada tanggal 23 September, pukul 07.40 malam (03.40 GMT), satuan angkatan bersenjata Azerbaijan kembali melanggar perjanjian gencatan senjata dengan melepaskan tembakan dari berbagai posisi ke arah tentara Armenia yang berlokasi di area timur perbatasan Armenia-Azerbaijan," kata Kementerian Pertahanan Armenia melalui Facebook, dikutip dari Reuters.

"Tembakan musuh dibungkam dengan aksi balasan," kata Armenia. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Baca: Sikap Turki ke Prancis: Jika Tidak Suka Kami Mendukung Azerbaijan, Mengapa Anda Berpihak ke Armenia?

Beberapa saat kemudian, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengeluarkan pernyataan yang mirip. Disebutkan bahwa Armenia lebih dulu melepaskan tembakan.

Menurut Azerbaijan, pasukan Armenia melepaskan tembakan ke arah tiga area berbeda di perbatasan itu. Tembakan itu berasal dari senjata api ringan dengan kaliber beragam.

Baca: Azerbaijan Didukung Turki, Armenia Mulai Berpikir Minta Intervensi Rusia di Konflik Nagorno-Karabakh

Dalam pernyataan di Telegram, Azerbaijan juga mengaku telah melakukan "tindakan balasan yang mencukupi".

Konflik di antara kedua negara itu muncul kembali awal bulan ini dan menjadi yang terparah sejak tahun 2020.

Konflik bersenjata itu terkait dengan sengketa mengenai wilayah Nagorno-Karabakh yang sudah berlangsung puluhan tahun. Masyarakat internasional mengakui wilayah itu sebagai milik Azerbaijan. Namun, pada tahun 2020 sebagian besar wilayah itu dikuasai oleh penduduk beretnis Armenia.

Armenia mengklaim Azerbaijan telah menyerang wilayahnya dan merebut permukiman yang ada di perbatasan. Sementara itu, Azerbaijan mengatakan tindakan itu adalah respons terhadap "provokasi" dari Armenia.

Adapun Rusia yang menengahi gencatan senjata di antara kedua negara itu adalah sekutu militer Armenia. Namun, Rusia juga menjaga hubungan baik dengan Azerbaijan. Azerbaijan menjadi sekutu Turki.

Baca: Dewan Keamanan PBB Minta Armenia dan Azerbaijan Tempuh Genjatan Senjata

FOTO: Tangkapan layar video di situs web resmi Kementerian Pertahanan Armenia pada 27 September 2020, diduga menunjukkan penghancuran tank Azeri dan prajurit selama bentrokan antara separatis Armenia (Nagoro-Karabakh) dan Azerbaijan.
FOTO: Tangkapan layar video di situs web resmi Kementerian Pertahanan Armenia pada 27 September 2020, diduga menunjukkan penghancuran tank Azeri dan prajurit selama bentrokan antara separatis Armenia (Nagoro-Karabakh) dan Azerbaijan. (Handout / AFP / Armenian Defence Ministry)

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Armenia di sini

 

 

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved