Pengunjuk Rasa Antimonarki Bakar Bendera Australia & Injak 'Balon Elizabeth'

Para demonstran menginjak-injak balon merah yang menampilkan gambar Elizabeth II serta membakar bendera Australia.


zoom-inlihat foto
dampak-kolonialisme-Inggris.jpg
Aston Brown / AFP
Pada hari berkabung nasional untuk mengenang Ratu Elizabeth II, para aktivis menggelar aksi masa yang bertujuan untuk mengecam dampak kolonialisme Inggris terhadap orang pribumi, Sydney, Australia, (22/9/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para pengunjuk rasa antimonarki di Austalia menggelar aksi protes pada hari berkabung nasional untuk mengenang Ratu Elizabeth II, (22/9/2022).

Dalam aksi yang digelar di Kota Sydney itu, mereka mengoleskan cairan merah mirip darah ke tubuh mereka. Selain itu, mereka menginjak-injak balon merah yang menampilkan gambar Elizabeth II serta membakar bendera Australia.

Polisi kemudian berusaha melindungi patung Ratu Victoria yang berada di dekat pengunjuk rasa karena khawatir bakal dirusak.

Sementara itu, di Kota Melbourne ada ribuan orang yang ikut aksi massa yang digelar oleh Warriors of the Aboriginal Resistance (WAR) atau Pejuang Perlawanan dari Orang Aborigin.

Menurut WAR, aksi itu bertujuan untuk "melawan imperialime kolonial yang rasis dan dampaknya yang terus ada pada kita sebagai orang Aborigin".

Baca: Kelompok Antimonarki Kecam Pengangkatan Charles sebagai Raja Inggris

Lidia Thorpe, senator dari Partai Hijau sekaligus keturunan orang Aborigin, menyampaikan pidatonya dalam aksi itu. Dia mengecam pelanggaran HAM dan tindak kejahatan terhadap orang Aborigin.

"Sepatu Ratu berada di leher kita dan kita sudah muak dengan hal itu," kata Thorpe kepada pengunjuk rasa, dikutip dari The Times.

Baca: Mengapa Tongkat Patah Ikut Dikuburkan Bersama Jenazah Elizabeth II?

Adapun di Kota Adelaide seorang pria dipecat dari dewan pemerintah Australia Selatan karena dia menyampaikan slogan antimonarki.

Pemerintah Australia telah menetapkan hari ini sebagai hari berkabung untuk mengenang Elizabeth II yang juga menjadi kepala negara Australia.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Gubernur Jenderal Australia David Hurley telah kembali dari acara pemakaman Elizabeth II.

Pemimpin Partai Buruh Australia, Anthony Albanese, di Marrickville Library and Pavilion, Sydney, (22/5/2022).
Pemimpin Partai Buruh Australia, Anthony Albanese, di Marrickville Library and Pavilion, Sydney, (22/5/2022). (WENDELL TEODORO / AFP)

Kata Albanese, adanya hari berkabung akan membuat "warga bisa memberikan penghormatan kepada Ratu Elizabeth yang mangkat". Ada lebih dari 600 orang berkumpul di Aula Besar Gedung Parlemen di Canberaa untuk upacara peringatan resmi.

Sementara itu, Hurley mengatakan wafatnya Elizabeth II telah memunculkan beragam reaksi. Namun, dia berujar negaranya harus menyelesaikan proses rekonsiliasi dengan orang Aborigin dan keturunannya.

Baca: Duduk di Barisan 14 pada Acara Pemakaman Elizabeth II, Biden Dihujat Trump

(Tribunnewswiki)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved