Tak Lagi Relevan, Kata 'Oriental' Dihapus dari Nama Fakultas di Oxford

"Oriental" dihapus karena kata itu dinilai sudah tidak relevan atau kuno serta "berpotensi menyinggung".


zoom-inlihat foto
oxford-university.jpg
https://www.ox.ac.uk
Oxford University


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Universitas Oxford di Inggris memutuskan menghapus kata "oriental" dari nama sebuah fakultas di sana.

"Oriental" dihapus karena kata itu dinilai sudah tidak relevan atau kuno serta "berpotensi menyinggung".

Fakultas itu awalnya bernama Faculty of Oriental Studies atau Fakulitas Studi Ketimuran. Kini namanya menjadi Faculty of Asian and Middle Eastern Studies atau Fakultas Studi Asia dan Timur Tengah.

Perubahan nama itu terjadi dua tahun setelah ada diskusi dengan staf fakultas dan mahasiswa.

"Nama Fakultas Studi Asia dan Timur Tengah dipilih setelah ada proses diskusi panjang dan saya ingin berterima kasih kepada banyak staf dan mahasiwa yang ambil bagian dalam survei dan memberikan pendapat mereka," kata Prof. David Rechter selaku ketua dewan fakultas, dikutip dari The Times, (21/9/2022).

"Saya yakin bahwa perubahan ini adalah keputusan yang tepat. Banyak yang menganggap kata 'oriental' tidak cocok."

Rechter menegaskan bahwa perubahan nama itu tidak akan mengubah kajian yang dilakukan fakultas tersebut. Nama baru itu juga telah disetujui oleh dewan fakultas dan komite universitas.

Baca: Universitas Oxford Beri Nilai D untuk Pemerintah Indonesia dalam Penanganan Kasus Covid-19

Fakultas Nama Fakultas Studi Asia dan Timur Tengah dibentuk pada abad ke-16 ketika muncul jabatan profesor bidang bahasa Ibrani. Dulu fakultas itu pernah dikaitkan dengan kolonialisme dan Kekaisaran Inggris Raya.

Pada abad ke-19 Inggris mulai membutuhkan orang-orang yang bisa berbicara dalam bahasa-bahasa di Asia Selatan dan Asia Timur. Hal ini memunculkan jabatan profesor bidang bahasa Sanskerta, Mandarin, Persia, Burma, dan bahasa lainnya.

Baca: Oxford Inggris Siap Ubah Pusat Kota Lebih Ramah bagi Pejalan Kaki dan Pesepeda

Kata "oriental" dianggap menyinggung ketika digunakan untuk mendeskripsikan masyarakat tertentu.

Kamus Merriam-Webster menyebutkan, "Kata benda itu [oriental] telah lama diasosiasikan dengan kolonialisme dan dengan bahasa dan masyarakat eksotis di Asia dari berbagai identitas."

Selain itu, disebutkan bahwa kata "oriental" tidak bernada buruk apabila digunakan untuk merujuk jenis permadani atau kucing.

SOAS atau School of Oriental and African Studies di Universitas London juga telah mengubah namanya menjadi Soas tahun 2013 silam. Juru bicara Soas mengatakan institusinya tidak akan menggunakan nama sebelumnya. Dia juga meminta orang menyebut Soas University of London saja.

Baca: Terobosan Baru Oxford Inggris: Dexamethasone Obat Pertama yang Terbukti Efektif Sembuhkan Covid-19

Universitas Durham juga pernah mengganti nama fakultasnya yang awalnya mencantumkan kata "oriental". Namuan, Durham masih memiliki museum bernama Oriental Museum yang dibuka tahun 1960.

Perubahan nama fakultas di Oxford ditanggapi oleh para warganet di media sosial. Beberapa mengaku terkejut karena nama "oriental" masih digunakan hingga tahun ini.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Universitas Oxford di sini

 

 

 

 

 

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Samekto Wibowo

    Samekto Wibowo adalah seorang dokter saraf sekaligus guru
  • Ramadhan Sananta

    Ramadhan Sananta adalah pemain sepak bola yang berasal
  • Brian McFadden

    Brian McFadden adalah mantan anggota grup asal Irlandia,
  • Tajudin Tabri

    Tajudin Tabri adalah anggota DPRD Kota Depok periode
  • Protes Antimobilisasi di Rusia Berlanjut,

    Dilaporkan ada ratusan orang di puluhan kota di
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved