Pertamina Terapkan Uji Coba Pembatasan Pertalite, Sebut Tak Ada Pembelian Melebihi Batasan

Uji coba pembatasan pertalite mulai diterapkan, pihak Pertamina beri penjelasan begini


zoom-inlihat foto
Petugas-melayani-pembeli-Pertalite-di-SPBU.jpg
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Petugas melayani pembeli Pertalite di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp.8400 perliter.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penerapan uji coba pembatasan pertalite mulai diterapkan.

Sebelumnya sudah diberitakan Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan pembatasan dilakukan untuk jenis-jenis kendaraan komersial roda empat.

Arifin menilai kebocoran BBM subsidi tidak hanya untuk Pertalite namun juga cukup tinggi untuk solar.

Dia memastikan adanya aturan pembatasan diharapkan bisa segera diimplementasikan.

"Ya segera, itu harus ada," kata Arifin saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (16/9/2022).

Baca: Harga BBM Naik per Hari Ini, Pertalite Jadi Rp10.000/L, Pertamax Rp14.500

Hingga saat iini pendaftar program subsidi tepat sasaran Pertamina telah mencapai 2,5 juta kendaraan untuk roda empat ke atas.

PT Pertamina menyebut tak ada lagi pembelian bahan bakar minyak atau BBM Pertalite melebihi batasan usai iji coba pembatasan 120 liter perhari.

Patra Niaga Irto Ginting, Corporate Secretary PT Pertamina ,Minggu (18/9/2022), juga menjelaskan terkait tidak adanya pembelian melewati batasan tersebut.

Irto mengatakan rata-rata konsumsi harian belum bisa dilakukan untuk uji coba yang diberlakukan untuk kendaraan roda empat ini.

Ini lantaran kendaraan umumnya tidak melakukan pengisian rutin setiap hari.

Pertamina uji coba pembatasan Pertalite 120 liter per hari.
Pertamina uji coba pembatasan Pertalite 120 liter per hari. (KOMPAS.com/Nur Jamal Sha'id)

Irto menjelaskan, tidak ada lagi kendaraan yang mengisi BBM melebihi batasa yang sudah ditentukan.

"Yang jelas, tidak ada lagi kendaraan yang mengisi BBM melebihi batasan," kata Irto, dikutip dari Kontan.

Volume yang kini menjadi batasan maksimum ini masih angka sementara.

Jadi apa bila nanti ada revisi Perpres 191/2014 sudah terbit maka angka batasan maksimum ini bisa disesuaikan dengan ketentuan yang ada.

(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved