Harga BBM Naik per Hari Ini, Pertalite Jadi Rp10.000/L, Pertamax Rp14.500

BBM jenis Pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Adapun Solar dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter.


zoom-inlihat foto
Harga-Pertamax-Turbo-dkk-Naik-Cek-Harga-BBM-Pertamina-di-34-Provinsi.jpg
KOMPAS.com/Muchammad Dafi Yusuf
Ilustrasi SPBU Pertamina. Harga BBM naik per hari ini, (3/9/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Harga bahan bakar minyak (BBM) resmi naik per hari ini, (3/9/2022).

Kenaikan harga ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mulai berlaku pukul 14.30 WIB.

 “Pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungirakyat dari gejolak kenaikan harga minya duunia. Saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit, ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga beberapa jenis BBM yang mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” ujar Jokowi di Istana Negara, dikutip dari Kompas.com.

BBM jenis Pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Adapun Solar dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.

Sementara itu, Pertamax naik dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Belakangan ini pemerintah memang sudah mewacanakan kenaikan BBM karena nilai subsidi energi sudah melambung hingga Rp502 triliun.

Baca: Pengamat Sebut Harga BBM Non Subsidi Turun Agar Masyarakat Tidak Panik dan Tidak Demo

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, anggaran subsidi dan kompensasi energi akan kembali naik sebesar Rp198 triliun apabila BBM Pertalite dan Solar tidak dinaikkan harganya.

Kata dia, kini anggaran subsidi dan kompensasi energi pada tahun ini ditetapkan sebesar Rp502,4 triliun.  Nilai itu telah naik Rp349,9 triliun dari anggaran semula, yakni Rp152,1 triliun.

Karena harga minyak mentah dan pelemahan kurs rupiah terus belanjut, nilai anggaran itu diyakini tidak akan cukup hingga akhir tahun.

Selain itu, penggunaan BBM jenis Pertalite dan Solar diperkirakan akan melebihi kuota yang telah ditetapkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ungkap pemerintah punya tiga pilihan terkait persoalan BBM subsidi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ungkap pemerintah punya tiga pilihan terkait persoalan BBM subsidi. (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)

"Kami perkirakan subsidi itu harus tambah lagi, bahkan bisa mencapai Rp198 triliun, menjadi di atas Rp502,4 triliun. Jadi nambah, kalau kita tidak menaikkan (harga) BBM, kalau tidak dilakukan apa-apa, tidak ada pembatasan," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Selasa (23/8/2022).

Baca: Hari Ini, Jokowi Bakal Terima Laporan Hitungan Kenaikan Harga BBM Subsidi

Jokowi ingin harga BBM tetap terjangkau

Jokowi mengaku bahwa dia ingin harga BBM tetap terjangkau dengan cara disubsidi pemerintah.

Namun, hal itu tidak bisa dilakukan lantaran anggaran subsidi BBM sudah amat besar. Oleh karena itu, diperlukan pengurangan agar APBN tetap sehat.

"Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun dan angka itu akan meningkat terus," kata Jokowi dalam video di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9/2022), dikutip dari Tribunnews.

Jokowi juga mengklaim bahwa lebih dari 70 persen subsidi BBM justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang sebenarnya mampu, yakni para pemilik mobil pribadi.

Baca: Menteri ESDM Tanggapi Rencana Kenaikan Harga BBM, Minta Masyarakat Menghemat Energi

"Mestinya uang negara harus diprioritaskan untuk memberi subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit," kata Jokowi menjelaskan.

Kata dia, pengalihan subsidi BBM menjadi opsi terakhir yang bisa dilakukan pemerintah.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang BBM di sini

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved