TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Effendi Simbolon saat ini sedang ramai dibicarakan.
Hal ini lantaran Effendi Simbolong mengatakan TNI sebagai "gerombolan lebih-lebih organisasi masyarakat (ormas)".
Lantas siapa Effendi Simbolon sebenarnya ?
Berikut Tribunnewswiki rangkum informasi terkait sook Effendi Simbolon:
Effendi Simbolon memiliki nama lengkap Effendi Muara Sakti Simbolon.
DPR Fraksi PDI Perjuangan inilahir di Banjarmasin pada 1 Desember 1964.
Baca: KSAD Jenderal Dudung Instruksikan POM AD Kejar Kopda M Diduga Otak Penembakan Istrinya
Baca: Jenderal Andika Perkasa Siap Kerahkan Dokter Forensik Terbaik TNI untuk Otopsi Jenazah Brigadir J
Effendi Simbolon menikah dengan Dra. Dessy Trinita br. Tobing.
Dari pernikahannya itu, mereka dikarunia empat orang anak.
Effendi Simbolon pernah menjadi Ketua Alumni SMA Negeri 3 Jakarta.
Pada tahun 2008, Effendi juga dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Umum PB Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) hingga tahun 2012.
Sedangkan karier politiknya dimulai pada 2004 dengan menjadi anggota DPR RI.
Selain itu, ia juga ikut berpartisipasi sebagai calon Gubernur pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara 2013.
Kala itu ia berpasangan dengan Jumiran Abdi.
Dalam pemilihan ini, pasangan Effendi-Jumiran meraih posisi ke-2 dengan 24,34 persen.
Setelah kalah dalam Pilkada 2013 ia tetap berlanjut berkarier sebagai anggota DPR RI.
Inilah riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, hingga riwayat organisasi Effendi Simbolon dikutip dari laman resmi DPR RI:
SD -, SD Negeri Cendrawasih. Tahun: 1969 - 1975
SMP -, SMP Negeri 41. Tahun: 1975 - 1979
SMA -, SMA Negeri 3. Tahun: 1979 - 1982
S1 Manajemen Perusahaan, Univ.Jayabaya. Tahun: 1982 - 1988
S2 Ilmu Pilitik, Univ.Padjadjaran. Tahun: 2011 - 2013
S3 Hub,Internasional, Univ.Padjadjaran. Tahun: 2013 - 2015
Riwayat Pekerjaan
Anggota DPR/MPR RI, Sebagai: . Tahun: 2014 - 2019
Anggota DPR/MPR RI, Sebagai: . Tahun: 2009 - 2014
Anggota DPR/MPR RI, Sebagai: -. Tahun: 2004 - 2009
PT. PUPUK KALTIM, Sebagai: KONSULTAN. Tahun: 1997 - 1999
PT. SINAR ALAM LESTARI, Sebagai: VICE PRESIDENT DIRECTOR. Tahun: 1996 - 1997
PT. CHANDRA ASRI (BIMANTARA GROUP), Sebagai: SPECIAL ASISTANT BOARD OF DIR. Tahun: 1991 - 1996
DJAJANTI GROUP, Sebagai: ASISTEN DIREKTUR. Tahun: 1987 - 1991
Baca: Sosok Mardani Maming: Kader PDIP & Bendahara Umum PBNU, Buron KPK dengan Kekayaan Rp44 M
Riwayat Organisasi
Punguan Simbolon Dohot Boruna se-Indonesia PSBI, Sebagai: Ketua Umum. Tahun: 2017 - 2022
Punguan Simbolon Dohot Boruna se-Indonesia PSBI, Sebagai: Ketua Umum. Tahun: 2012 - 2017
DPP PDI Perjuangan, Sebagai: Ketua Sumber Daya & Dana. Tahun: 2010 - 2015
Punguan Simbolon Dohot Boruna Se Indonesia, Sebagai: Ketua Umum. Tahun: 2007 - 2012
DPP APKALI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia), Sebagai: Penasehat. Tahun: 2004 - skrg
PB Lemkari (Lembaga Karatedo Indonesia) , Sebagai: Ketua Umum. Tahun: 2004 - 2008
Pengurus IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia, Sebagai: . Tahun: -
Sebelumnya diberitakan, Effendi Simbolon menjadi sorotan prajurit TNI Angkatan Darat lantaran pernyataannya yang buat geger karena menyebut TNI seperti gerombolan.
Bahkan politikus PDIP ini ikut menyinggung isu kerenggangan antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.
Sontak saja, pernyataan Effendi Simbolon tersebut membuat panas prajurit TNI AD.
Mulai dari level Komando Distrik Militer (Kodim), Komando Resor Militer (Korem), Komando Daerah Militer (Kodam), hingga ring utama di lingkungan Mabes AD.
Setelah membuat gaduh, Effendi Simbolon meminta maaf setelah mengatakan TNI sebagai "gerombolan lebih-lebih organisasi masyarakat (ormas)".
Permintaan maaf tersebut disampaikan Effendi Simbolon di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2022).
"Saya dari lubuk hati yang paling dalam atas apa pun perkataan saya yang menyinggung, yang menyakiti prajurit TNI, dari mulai tamtama, bintara, perwira, sesepuh yang tidak nyaman dengan perkataan yang mungkin tadi sudah ditekankan," kata Effendi.
"Dan saya sendiri enggak ada maksud menyatakan sebagaimana yang sekarang bergulir. Sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh prajurit baik yang bertugas dan sudah purna," imbuh dia.
(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)