Putin Disebut Ingin Buat Ukraina Bangkrut untuk Tebus Kegagalan Pasukannya

Polandia menyebut Rusia mungkin ingin membuat Ukraina bangkrut dengan mencegah pengiriman bantuan keuangan.


zoom-inlihat foto
Perdana-Menteri-Polandia-Mateusz-Morawiecki.jpg
JANEK SKARZYNSKI / AFP
Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki (kiri) dan Perdana Menteri Swedia Prime Minister Magdalena Andersson berbicara saat acara International Donors' Conference for Ukraine di Warsawa, Polandia, 5 Mei 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin ingin membuat Ukraina bangkrut.

Kata Morawiecki, hal itu dilakukan untuk menebus kegagalan pasukan Rusia di Ukraina.

Ucapan itu disampaikan Morawiecki saat berpidato pada pertemuan tingkat tinggi Yalta European Strategy, (9/9/2022).

"Tampaknya, bagi Kremlin, susah untuk mengalahkan mereka (Ukraina), dan memenangkan perang di medan tempur," kata Morawiecki dikutip dari Newsweek.

"Jadi, mereka (Rusia) mungkin ingin mendestabilisasi Ukraina dengan mencegah bantuan keuangan apa pun."

Menurut dia, Rusia bisa memiliki pengaruh besar di Eropa Barat. "Mereka mungkin ingin melakukannya melalui sekutu mereka, melalui agen mereka, melalui propaganda mereka ... mereka mungkin ingin menghalangi lembaga Eropa, opini masyarakat, agar tidak memberikan dana kepada Ukraina."

Baca: Setelah Kirim Alutsista ke Ukraina, Polandia Beli Ratusan Tank dari Korsel

Dalam pertemuan tersebut, Morawiecki meminta NATO dan sekutunya untuk terus membantu Ukraina. Selain itu, dia menyebut pasukan Ukraina di medan tempur telah berperang dengan "tekad baja".

"Mereka bisa membuat situasi yang di dalamnya Ukraina bisa bangkrut. Dan apa yang terjadi kemudian, jika pemerintah Ukraina tidak bisa membayar tentara, guru, perawat, dokter, dan hakim?"

Baca: Presiden Polandia: Jika Ukraina Dikorbankan, Akan Jadi Bencana Besar bagi Barat

Belakangan ini Ukraina dilaporkan mendapat banyak kemajuan di medan tempur di selatan dan timur laut. Di sisi lain, pasukan Rusia perlu berbulan-bulan untuk merebut area kecil di Donbas.

Namun, Ukraina menghadapi laju inflasi yang begitu besar, yakni 20 persen. Defisit anggarannya juga mencapai 22 persen dari GDP. "Kami menderita," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bulan lalu.

Morawiecki meminta negara-negara Barat dan sekutunya tidak ragu dalam memberikan bantuan keuangan dan militer untuk Ukraina.

"Jika rumah tetangga Anda mengalami kebakaran, rumah Anda juga tidak aman," kata Morawiecki.

"Ukraina kini berperang demi kemerdekaan Anda dan kemerdekaan kami, serta demi masa depan dunia yang merdeka."

Baca: PM Polandia: Putin Penjahat Perang, Ingin Dirikan Kembali Kekaisaran Rusia

Warga mengendarai sepeda di depan bangunan di Chernihiv, Ukraina, yang rusak karena serangan Rusia, (9/4/2022).
Warga mengendarai sepeda di depan bangunan di Chernihiv, Ukraina, yang rusak karena serangan Rusia, (9/4/2022). (ANASTASIA VLASOVA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Polandia adalah negara yang dikenal membenci Rusia selama puluhan tahun. Adapun negara Eropa lain, seperti Prancis dan Jerman, cenderung ingin meredakan ketegangan dengan Rusia melalui aktivitas perdagangan.

"Ini harus dipahami oleh setiap orang, termasuk teman kita, Italia, Jerman, Prancis, dan lainnya, karena mereka terkada memiliki sedikit pendapat berbeda."

Dia mendesak negara-negara Barat untuk tidak menunda-nunda bantuan untuk Ukraina. "Penundaan dan keragu-raguan menyebabkan kegagalan."

"Beberapa orang di Eropa Barat dan di tempat lain ingin kembali berbisnis seperti biasanya. Saya harap tidak ada jalan untuk kembali ke bisnis seperti biasanya. Karena kemenangan Putin berarti akan ada perang lagi."

Baca: Sebut Pengeboman di Ukraina Mirip Serangan Nazi Jerman, Presiden Polandia: Tanpa Ampun

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Ukraina di sini

 

 

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved