Gandeng Kemenkes, Johnson & Johnson Indonesia Gelar Webinar Depresi hingga Perilaku Bunuh Diri

Kurangnya akses untuk perawatan kesehatan jiwa dan stigma di masyarakat menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi kondisi kesehatan jiwa


zoom-inlihat foto
Johnson-Johnson-108.jpg
Johnson & Johnson
Para narasumber dan panelis dalam acara Webinar Awam Depresi Dengan Pikiran Hingga Perilaku Bunuh Diri (10/9) yang diselenggarakan oleh Johnson & Johnson Indonesia dan didukung oleh Kementerian Kesehatan (KESWA). Dari kira – kanan : dr. Edduwar Idul Riyadi, Sp.KJ., Dr. Nova Rianty Yusuf, Sp.KJ., Nurul Eka H., M.Si, Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp, M.App.Sc, Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog, dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ, Benny Prawira, M.Psi, Tri Agung Kristanto.


Berdasarkan temuan utama dari dokumen White Paper di wilayah Asia Pasifik bertajuk “Rising  Social and Economic Cost of Major Depression: Seeing the Full Spectrum” yang disponsori oleh  Johnson & Johnson Pte. Ltd. dan dilakukan oleh KPMG di Singapura, terdapat kurang dari separuh pasien yang berjuang melawan Gangguan Depresi Mayor (Major Depressive Disorder / MDD) di  kawasan Asia Pasifik menerima diagnosis, yang tepat, dengan 71 persen pasien MDD menderita gejala  yang memburuk karena pengobatan tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka. 

Devy menambahkan, “Data dari White Paper tersebut mengungkapkan bahwa Asia Pasifik  memiliki tingkat penyakit depresi dan penyakit jiwa yang jauh lebih tinggi daripada bagian lain  dunia. Dokumen tersebut menyoroti bahwa orang yang hidup dengan depresi 40 persen kurang  produktif daripada individu yang sehat, sedangkan harapan hidup seseorang dengan MDD adalah  20 tahun lebih pendek dari rata-rata. 

Dalam ilmu kedokteran jiwa atau psikiatri, untuk mendiagnosis seseorang mengalami gangguan depresi mayor perlu diketahui apa saja gejala-gejala yang dialami.

Gangguan depresi mayor tidak  hanya merupakan gangguan emosional atau suasana hati, namun umumnya juga menunjukkan  gejala, fisik, psikis dan sosial yang khas.

Beberapa gejala gangguan depresi mayor adalah rasa  sedih yang terus menerus, pesimis, rasa tidak berdaya, gampang tersinggung, insomnia, sulit  makan, menarik diri hingga melakukan usaha untuk bunuh diri.  

Jika Anda atau keluarga atau teman Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas  dan mencurigai adanya gangguan depresi mayor, terutama bila ada niat untuk melukai diri sendiri dan atau bunuh diri, segeralah berkonsultasi pada tenaga kesehatan jiwa professional,  seperti psikiater, dokter umum, atau psikolog.  

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved