Suharso Monoarfa Ternyata Sudah Ingin Mundur Sejak Lama sebelum Dicopot PPP, Berikut Alasannya

Suharso Monoarfa resmi diberhentikan dari Ketua Umum PPP, Senin (5/9/2022). Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat Dewan Pimpinan Pusat PPP.


zoom-inlihat foto
suharaso-monoarfa-6.jpg
Kompas.com
Suharso Monoarfa di sela Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Kota Serang, Banten, Jumat (19/7/2019.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Suharso Monoarfa resmi diberhentikan dari jabatan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Namun Suharso memang sudah ingin mundur dari jabatannya itu sebelum akhirnya diberhentikan.

Dikutip dari Tribunnews.com, Wakil Ketua Umum DPP PPP Arsul Sani mengatakan Suharso Monoarfa sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan mantan Ketum M Romahurmuziy atau Romy.

Arsul mengungkapkan Suharso sudah berbincang empat mata dengan Mardiono sebelum menjadi Plt Ketum PPP.

"Beliau (Suharso) itu ingin (mundur) karena beliau (Suharso) sendiri kemarin waktu bicara baik dengan Pak Mardiono (Plt Ketum PPP) maupun dengan Pak Romy itu memang sudah ingin mengundurkan diri," terang Arsul saat ditemui awak media di Gedung Nusantara III, DPR, Senin (5/9/2022).

Selain keinginan pribadi, alasan mundurnya Suharso juga lantaran kondisi di internal partai sedang tegang.

Baca: Suharso Monoarfa

Karena itulah, Mahkamah Tinggi PPP memutuskan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) partai di Serang, Banten.

"Yang dikehendaki Majelis Partai agar ada pemberhentian, yang dikehendaki oleh Mukernas DPW, DPW itu ada realokasi reorganisasi, nah kan ketemunya sama," jelas Arsul.

Dia juga menegaskan tidak ada kerenggangan serta perpecahan di dalam kubu PPP setelah Majelis Tinggi PPP memutuskan mengganti Suharso Monoarfa sebagai Ketum.

Baca: Suharso Monoarfa Resmi Dicopot dari Ketua Umum PPP, Ini Alasannya

Arsul menhatakan penggantian pimpinan PPP itu diputuskan berdasarkan diskusi internal partai yang memang telah lama dilakukan.

"Jadi jangan dibayangkan PPP pecah. PPP terbelah. InshaAllah tidak. Karena ini adalah hasil diskusi panjang di internal partai," imbuhnya.

Diskusi tersebut berlandaskan para kader serta pengurus PPP merasa kesatua PPP di bawah kepemimpinan Suharso kurang berjalan sesuai yang diharapkan.

Hal tersebut karena Suharso juga menjabata sebagai Menteri Bappenas.

Alhasil, kurang fokus merawat partai.

Sehingga, timbul kesepekatan para kader agar pimpinan PPP tidak merangkap jabatan lain.

"Kalau yang menjadi pimpinan PPP itu tidak merangkap di jajaran pemerintahan. Diskusi itu sudah lama dan Pak Suharso juga sudah mengetahui," tegas dia.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved