Kisah Pria Dapat Pekerjaan Impian: Dibayar meski Hampir Tak Lakukan Apa pun

Seorang pria Jepang bernama Shoji Morimoto mendapatkan "pekerjaan impian".


zoom-inlihat foto
ilustrasi-menunda-pekerjaan-2.jpg
Artstation.com/artwork/W362J)
Ilustrasi pekerjaan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pria asal Jepang bernama Shoji Morimoto punya pekerjaan yang barangkali menjadi pekerjaan impian bagi banyak orang.

Betapa tidak, Shoji dibayar meski hampir tidak melakukan apa pun.

Dia bisa mendapat uang sekitar 10.000 yen atau sekitar Rp1 juta hanya dengan menemani kliennya selama satu jam.

"Pada dasarnya saya menyewakan diri saya. Pekerjaan saya adalah berada di mana pun yang diinginkan oleh klien saya dan tidak melakukan hal khusus," kata dia dikutip dari Reuters.

Pria bertubuh kurus dan berumur 38 tahun itu mengaku telah "menyewakan dirinya" sebanyak 4.000 kali dalam empat tahun belakangan.

Kini Shoji telah memiliki lebih dari seperempat juta pengikut di Twitter.Melalui media sosial berlogo burung itu, dia bisa mendapatkan banyak klien.

Seperempat dari kliennya adalah pelanggan tetap, bahkan ada yang sudah menyewa Shoji hingga 270 kali.

Baca: Lowongan Kerja Rebahan Sambil Nonton Film Gaji Rp 37 Juta Gratis 1 Tahun Langganan Netflix, Mau?

Dia pernah ke taman untuk menemani orang bermain jungkat-jungkit. Selain itu, dia pernah melambaikan tangan kepada orang yang akan bepergian dari kereta, itu saja, tidak lebih.

Kendati demikian, Shoji tidak bersedia melakukan segalanya. Sebagai contoh, dia pernah menolak tawaran untuk pergi Kamboja dan permintaan lain yang bersifat seksual.

Pekan lalu dia menemani kliennya yang bernama Aruna Chida (27), seorang analis data.

Chida ingin mengenakan kain sari (pakaian India) di tempat umum. Namun, dia takut temannya justru akan malu jika dia memakai sari. Oleh karena itu, dia memutuskan menyewa Shoji untuk menemaninya.

"Dengan teman-teman saya, saya merasa harus membuat mereka senang, tetapi dengan pria sewaan ini (Shoji), saya tidak harus menjadi orang yang mudah bercakap-cakap," kata Chida.

Sebelum Shoji mendapatkan "pekerjaan impian ini", dia bekerja pada sebuah penerbit dan sering dicemooh lantaran "tidak melakukan apa pun".

Baca: Hanya untuk Penelitian, Universitas di Jerman Siap Bayar Rp 27 Juta, Caranya Bisa dengan Rebahan

"Saya mulai bertanya-tanya apa yang bakal terjadi jika saya menawarkan kemampuan saya, yakni 'tidak melakukan apa-apa', kepada klien saya," kata Shoji menjelaskan.

Pekerjaan itu kini menjadi satu-satunya sumber pendapatan Shoji untuk menafkahi anak dan istrinya.

Shoji menolak mengungkapkan pendapatan yang diterimanya. Namun, dia mengaku bertemu satu atau dua klien setiap hari.

Sebelum pandemi, dia bisa mendapatkan tiga atau empat klien setiap hari.

"Orang-orang cenderung percaya bahwa kemampuan 'tidak melakukan apa-apa' yang saya miliki itu berharga karena berguna (bagi orang lain).

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Jepang di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved