TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev pernah maju sebagai calon presiden (capres) Rusia.
Namun, dalam pilpres tahun 1996 itu dia hanya meraup suara yang amat sedikit, yakni kurang dari 1 persen pada putaran pertama.Jumlah suara Gorbachev menempati posisi ketujuh. Kala itu dia melawan Boris Yeltsin dan kandidat lainnya.
Gorbachev tidak mewakili partai apa pun karena dia adalah calon independen.
Jumlah suara yang amat sedikit itu membuktikan bahwa Gorbachev telah kehilangan popularitasnya di mata warga Rusia.
Dia tidak disukai di negerinya sendiri karena dianggap bertanggung jawab atas keruntuhan Uni Soviet.
Sebelumnya, dia juga hanya menjabat sebagai Presiden Uni Soviet dalam waktu yang singkat, yakni tahun 1990 hingga 1991.
Selain itu, Gorbachev pernah menghadapi percobaan kudeta yang ditujukan untuk menggulingkannya.
Baca: Mikhail Sergeyevich Gorbachev
Pada akhirnya dia memutuskan turun dari jabatannya tanggal 25 Desember 1991. Sehari kemudian, Uni Soviet bubar.
Para pendukungnya meninggalkannya dan membuatnya menjadi kambing hitam dalam beragam permasalahan di Rusia.
Setelah gagal dalam Pilpres Rusia 1996, dia sempat membuat iklan TV untuk Pizza Hut demi mendapatkan uang untuk yayasan amalnya.
Iklan itu dikomentari oleh Anatoly Lukyanov, mantan pendukungnya.
"Dalam iklan ini, dia seharusnya mengambil satu pizza, membaginya menjadi 15 potongan seperti cara dia membagi negara kita, kemudian menunjukkan cara menyatukannya kembali," kata Lukyanov dikutip dari ABC News.
Baca: Kisah Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev Meraih Hadiah Nobel Perdamaian 1990
Gorbachev mengaku tidak pernah berniat meruntuhkan sistem Soviet. Dia hanya ingin memperbaikinya.
Dalam memoarnya, dia mengaku prihatin dengan keadaan ekonomi Soviet. Menurutnya, Soviet memiliki banyak sumber daya alam, tetapi puluhan juta warganya hidup dalam kemiskinan.
Kalam menjabat sebagai presiden, dia mengenalkan konsep glasnot atau keterbukaan. Tujuan glasnot ialah membantu perestroika atau restrukturisasi.
Di Barat, dia justru menjadi sosok pemimpin yang dihormati dan mendapatkan banyak penghargaan. Salah satunya Hadiah Nobel Perdamaian 1990.
Dikutip dari Encylopaedia Britannica, Gorbachev tetap tampil aktif di depan publik sebagai pembicara dan sejumlah lembaga studi.
Baca: Ironi Gorbachev: Dapat Banyak Penghargaan Internasional, Dibenci di Negeri Sendiri
Pada tahun 2006 dia dan miliarder Rusia bernama Alexsandr Lebedev membeli hampir setengah saham surat kabar Nobaya Gazeta.
Dua tahun kemudian Gorbachev dan Lebedev dikabarkan akan membentuk partai politik baru. Namun, partai itu tak kunjung terbentuk hingga saat ini.
Gorbachev terkadang mengkritik kebijakan Presiden Vladimir Putin. Meski demikian, dia mendukung aneksasi Rusia terhadap Krimea tahun 2014 lalu.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Mikhail Gorbachev di sini