Ukraina & Rusia Saling Tuding Lawannya Sengaja Tembaki PLTN Zaporizhzhia

Energoatom, BUMN nuklir Ukraina, menyebut pasukan Rusia kembali menembaki area PLTN Zaporizhzhia dalam 24 terakhir.


zoom-inlihat foto
PLTN-Zaporizhzhia-milik.jpg
ED JONES / AFP
PLTN Zaporizhzhia milik Ukraina yang berada di Kota Enerhodar, 27 April 2022. PLTN ini diduduki oleh pasukan Rusia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ukraina dan Rusia kembali saling menuding lawannya sengaja menyerang area di sekitar PLTN Zaporizhzhia, (27/8/2022).

PLTN Zaporizhzhia hingga kini masih dikuasai oleh pasukan Rusia sejak direbut pada bulan Maret lalu.

Kendati demikian, PLTN Zaporizhzhia tetap dioperasikan oleh para staf Ukraina.

Serangan di area PLTN itu dikecam masyarakat dunia karena berisiko memunculkan bencana nuklir.

Energoatom, BUMN nuklir Ukraina, menyebut pasukan Rusia kembali menembaki area PLTN dalam 24 terakhir.

"Kerusakannya sedang diselidiki," kata Energoatom dalam pernyataannya di Telegram, dikutip dari Reuters.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menuduh pasukan Ukraina telah menambaki area PLTN sebanyak tiga kali dalam 24 jam terakhir.

"Total ada 17 tembakan yang dilancarkan, 4 di antaranya mengenai atap Bangunan Khusus No. 1, tempat penyimpanan 168 bahan bakar nuklir yang dipasok oleh WestingHouse dari AS," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya.

Baca: Presiden Ukraina Sebut Nyaris Terjadi Bencana Radiasi karena Serangan Rusia

Menurut kementerian itu, ada sepuluh proyektil yang meledak di dekat fasilitas penyimpanan kering yang digunakan untuk menghabiskan bahan bakar nuklir.

Sementara itu, ada tiga lainnya yang meledak di dekat bangunan tempat menuimpan bahan bakar nuklir baru.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Jumat lalu, (26/8/2022), berujar bahwa situasi di Zaporizhzhia tetap "berisiko tinggi".

Sebelumnya, dua dari enam reaktor di PLTN kembali terhubung dengan jaringan setelah sempat terputus untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Baca: Kepada Macron, Putin Peringatkan Risiko Malapetaka Besar di PLTN Ukraina

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengaku ingin mengunjungi PLTN itu dengan mengirimkan stafnya.

Namun, Energoatom menyebut stafnya di Zaporizhzhia mendapat tekanan menjelang kunjungan IAEA.

"Pasukan Rusia, yang sedang bersiap menyambut kunjungan IAEA, telah meningkatkan tekanan terhadap staf PLTN Zaporizhzhia, demi menutup-nutupi kesaksian mereka tentang kejahatan pihak pendudukan di PLTN dan penggunaan PLTN sebagai markas militer," kata Energoatom.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy diwawancarai oleh wartawan ketika berkunjung ke Pelabuhan Chornomorsk di Laut Hitam. (29/7/2022)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy diwawancarai oleh wartawan ketika berkunjung ke Pelabuhan Chornomorsk di Laut Hitam. (29/7/2022) (STR / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP)

"Hampir terjadi bencana radiasi"

Zelenskiy mengatakan hampir terjadi bencana radiasi di Zaporizhzihia pada hari Kamis karena serangan Rusia.

Menurut dia, bencana itu tidak terjadi karena jalur pasokan listrik di Zaporizhzihia berhasil dipulihkan beberapa jam setelah serangan terjadi.

Baca: Intelijen Ukraina Targetkan Tentara Rusia yang Sembunyi di PLTN Zaporizhzhia

Serangan itu dilaporkan menyebabkan kebakaran di dekat pembangkit listrik tenaga batu bara. Pembangkit itu menyediakan pasokan listrik untuk kompleks reaktor nuklir di Zaporizhzihia.

Kebakaran tersebut membuat aliran listrik terputus atau padam. Namun, Zelenskiy berujar sudah ada generator cadangan yang memastikan listrik tetap mengalir dan membuat PLTN itu tetap aman.

"Jika staf PLTN kami tidak bereaksi setelah listrik padam, maka kami mungkin terpaksa menangani dampak bencana radiasi," kata dia dalam pidatonya sore hari, dikutip dari The Guardian.

"Rusia telah menempatkan Ukraina dan seluruh warga Eropa ke dalam situasi yang dekat dengan bencana radiasi," kata Zelenskiy menjelaskan.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved