Memonya Viral di Medsos, CEO Sebut Masa Depan Huawei di Ujung Tanduk

Ren Zhengfei berujar Huawei akan memasuki periode kelam selama beberapa tahun mendatang.


zoom-inlihat foto
CEO-dan-pendiri-Huawei-Ren-Zhengfei.jpg
JESSICA YANG / AFP
CEO dan pendiri Huawei, Ren Zhengfei, berbicara saat konferensi pers di Taiyuan, Shanxi, Tiongkok, (9/2/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ren Zhengfei, pendiri dan CEO Huawei, memperingatkan bahwa masa depan Huawei di ujung tanduk.

Dalam memo internal yang bocor, Ren berujar kepada staf Huawei bahwa "hal yang tak menyenangkan akan dirasakan oleh setiap orang".

Kata Rei, Huawei harus lebih memfokuskan keuntungan daripada cashflow dan ekspansi bisnis agar bisa bertahan dalam tiga tahun mendatang.

Pernyataan ini turut mengindikasikan adanya lebih banyak PHK terhadap karyawan dan divestasi.

"Dekade berikutnya akan menjadi periode yang sangat kelam dalam sejarah karena ekonomi global terus turun," kata Ren dikutip dari The Guardian.

Periode kelam itu disebabkan oleh pandemi, dampak perang di Ukraina, dan "blokade" yang terus dilakukan AS terhadap sejumlah perusahaan Tiongkok.

Baca: Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa Jegal Huawei, China Balas Dendam ke Nokia dan Sony Ericsson

"Huawei harus mengurangi harapan apa pun yang terlalu optimistik tentang masa depan dan hingga tahun 2023 atau bahkan 2025, kita harus membuat keberlanjutan perusahaan sebagai pedoman paling penting, tidak hanya bertahan, tetapi bertahan dengan kualitas," kata dia menerangkan.

Ekonomi Tiongkok saat ini memang tertekan karena sejumlah hal, termasuk pandemi, krisis industri properti, dan merenggangnya hubungan antarnegara.

Tiongkok tahun ini diperkirakan tidak bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen.

Baca: Izinkan Perusahaan di Negaranya Kembali Berbisnis dengan Huawei, Amerika Serikat Melunak ke China?

Huawei sebagai salah satu raksasa teknologi asal Tiongkok berupaya mengatasi anjloknya pendapatan dan keuntungan.

Pendapatan Huawei pada kuartal pertama tahun ini turun 14 persen. Adapun margin keuntungan bersih kini hanya 4,3 persen, dari 11,1 persen pada tahun lalu.

Huawei ikut terdampak oleh ketegangan antara AS dan Tiongkok. AS dan sekutunya kini melarang produk Huawi beredar di pasar mereka dengan alasan keamanan nasional.

Tak hanya itu, Huawei juga dilarang membeli beberapa sejumlah teknologi asing.

Salah satu produk Huawei, Nova 9
Salah satu produk Huawei, Nova 9 (Huawei)

"Pada masa sebelumnya, kita menjunjung tujuan globalisasi dan ingin melayani seluruh umat manusia, jadi apa tujuan kita saat ini," tanya Ren.

"Bertahan dan dapatkan sedikit uang di mana pun kita bisa. Dari sudut pandang ini, kita harus menyesuaikan struktur pasar dan mempelajari ayang yang bisa dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan."

Baca: Perang Dagang dan Naikkan Tarif Impor Produk China, India Bersiap Korbankan Masyarakat Kelas Bawah

Memo Ren ini viral di Tiongkok karena dibagikan dan didiskusikan oleh lebih dari 100 juta pengguna media sosial.

Sejumlah orang mengungkapkan kekhawatirannya tentang apa yang bakal terjadi pada perusahaan-perusahaan kecil karena Huawei yang sangat besar saja kini mengaku berada di ujung tanduk.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Huawei di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Oreo BLACKPINK

    Oreo BLACKPINK adalah adalah produk eksklusif terbaru dari
  • Cara Membuat SIM Online 2022,

    Setiap pengendara kendaraan bermotor wajib mempunyai Surat Izin
  • Andries Noppert

    Andries Noppert adalah pemain sepak bola berkebangsaan Belanda
  • Beukenhof Restaurant

    Beukenhof Restaurant adalah restoran yang terletak di Yogyakarta
  • Takut Kembali ke Rumah, Korban

    Puluhan warga terdampak gempa Cianjur, Jawa Barat, memilih
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved