Berdasarkan CCTV Tak Ada Penyiksaan terhadap Brigadir J, Komnas HAM Tunggu Hasil Autopsi Kedua

Rekaman CCTV memperlihatkan bahwa tidak ada penyiksaan terhadap Brigadir J.


zoom-inlihat foto
Komisioner-Komnas-HAM-RI-M-Choirul-Anam.jpg
Tangkapan Layar KompasTV
Komisioner Komnas HAM RI, M. Choirul Anam


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat bahwa tidak ada penyiksaan terhadap Brigadir J.

Namun, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih menunggu hasil autopsi kedua.

Brigadir J adalah ajudan Irjen Ferdy Sambo yang tewas di rumah dinas mantan Kadiv Propam itu

Dalam kasus pembunuhan itu, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Bharada E, Bripka RR, KM, dan Ferdy Sambo.

Mereka dijerat pasal 340 subsider pasal 338 juncto pasal 55 dan pasal 56 tentang pembunuhan berencana.

"Nanti kesimpulannya apa, seperti yang disampaikan Pak Anam (Komisioner Komnas HAM Choirul Anam) secara resmi kita akan menunggu apapun hasil dari tim autopsi independen gabungan di situ," kata komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam konferensi pers," dikutip dari Tribunnews.com, Senin (15/8/2022) malam.

Beka mengatakan dari rekaman CCTV yang ada, hingga kini belum ditemukan adanya indikasi penganiayaan terhadap Brigadir J.

"Kan isunya penganiayaan itu dari Magelang, kan begitu, nah konteksnya di sana. Jadi dilihat dari CCTV itu belum ada indikasi penganiayaan," ujar Beka.

Meski begitu, Beka mengatakan Komnas HAM belum dapat membuat kesimpulan.

Ini lantaran ada atau tidaknya penganiayaan itu harus berdasarkan pada hasil autopsi kedua.

Baca: Ronny Talapessy Minta Dukungan Publik agar Bharada E Dibebaskan dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

"Nanti kesimpulannya apa, nanti seperti yang disampaikan pak Anam secara resmi kita akan menunggu apapun hasil dari tim autopsi independen gabungan di situ," sambungnya.

Sementara itu, Komnas HAM selesai mengecek lokasi penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo yang berlokasi di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2022).

Komisioner Komnas HAM, Chairul Anam mengatakan hasil dari pengecekan lokasi itu mengindikasikan adanya obstruction of justice makin menguat.

"Operation of justice sejak awal kami lihat ada indikasi sejak awal, ketika kami cek di TKP indikasi itu semakin menguat," beber Anam.

Baca: Kuasa Hukum Brigadir J Sebut Sandiwara Ferdy Sambo Tutupi Kebohongan Akan Buat Institusi Polri Malu

Anam menuturkan pengecekan lokasi oleh tim Komnas HAM ini untuk mencocokkan seluruh data yang didapat dengan kondisi di lokasi penembakan.

"Apa yang kami temukan di dalam sana kami menguji semua yang kami dapatkan. Beberapa foto yang sebelumnya yang kami dapatkan dari pelacakan kami di siber kami cek apakah betul ruangan dan sebagainnya ternyata betul."

"Kedua, misalnya terkait posisi jenazah dan lain sebagainya juga betul. Dan lokasi yang lain lubang-lubang tembakan juga kami cek dengan bahan yang sudah kami punya ternyata juga betul," bebernya.

Anam juga menyebut insiden pembunuhan Brigadir J kini makin menemui titik terang.

"Yang pasti kami mengecek semua, bahan yang kami juga. Karena ini janji kami juga, kepada teman-teman media, dan kepada publik sejak awal kami menangani kasus ini. Kami akan ke TKP, ketika kami memiliki semua bahan, nah semua bahan itu kami uji di TKP, dan kami menemukan peristiwanya semakin terang benderang," paparnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved