Ronny Talapessy Minta Dukungan Publik agar Bharada E Dibebaskan dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy meminta dukungan publik agar Bharada E dibebaskan terkait kasus pembunuhan Brigadir J.


zoom-inlihat foto
Ronny-Talapessy-aa.jpg
Twitter/@RonnyTalapessy
Ronny Talapessy


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy, meminta dukungan publik agar kliennya itu dapat dibebaskan dari jeratan hukum dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Kita minta dukungan publiklah. Supaya kita bisa membebaskan Bharada E," kata Ronny, dilansir oleh Kompas.com, Minggu (14/8/2022).

Pengacara sekaligus politisi PDIP itu berharap pada pengadilan nanti, penerapan Pasal 51 ayat 1 KUHP dapat dimasukkan agar Bharada E tidak dipidana.

Pasal 51 ayat 1 KUHP berisikan soal kebijakan tidak ada pidana bagi seseorang yang melaksanakan perintah atasan guna melakukan tindakan tertentu.

Berikut ini bunyi tersebut, "Barang siapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan perintah jabatan yang diberikan oleh penguasa yang berwenang, tidak dipidana".

Ronny berpendapat Bharada E menembak Brigadir J dalam keadaan terpaksa lantaran diperintah atasannya yaitu Irjen Ferdy Sambo.

Lantaran perintah itulah, Bharada E membunuh Brigadir J tidak dengan sengaja.

"Itu namanya peniadaan hukuman," kata Ronny.

Baca: LPSK Akan Kawal Bharada E di Rutan Bareskrim Polri, Keluarganya Juga Dievakuasi ke Tempat Aman

Ronny Talapessy pun menjelaskan langkah-langkah yang ia lakukan untuk dapat membebaskan kliennya itu.

Kini, Ronny sedang mempersiapkan saksi yang dapat meringankan hukuman Bharada E.

"Dan ahli yang hebat untuk membebaskan Bharada E," ujar Ronny.

Ada empat orang yang kini ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.

Baca: Briptu Martin Gabe, Polisi yang Beri Kesaksian Palsu Untuk Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J

Mereka ialah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuat Ma'ruf, dan Irjen Ferdy Sambo.

Pada Selasa (9/8/2022) malam, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa Ferdy Sambo yang memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J.

"Timsus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap Saudara J yang menyebabkan J meninggal, yang dilakukan RE (Bharada Eliezer atau Bharada E), atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo)," papar Listyo Sigit.

Selain itu, tim khusus Polri pun membuka motif Ferdy Sambo membunuh Brigadir J.

Disebutkan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan karena Ferdy Sambo marah kepada ajudannya itu.

"FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah dapat laporan PC yang mendapatkan tindakan yang melukai harkat martabat keluarga di Magelang oleh almarhum Josua," kata Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi di Mako Brimob, Kamis (11/8/2022).

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved