Rusia Ancam Hentikan Hubungan Bilateral dengan AS jika Asetnya Disita

Diplmat Rusia berujar penyitaan aset Rusia bisa merusak hubungan bilateral.


zoom-inlihat foto
Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-5656.jpg
Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan tentang pertanian melalui tautan video di Moskow pada 5 April 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Alexander Darchiev, diplomat Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan penyitaan aset Rusia oleh Amerika Serikat (AS) bisa menghancurkan hubungan bilateral kedua negara itu.

Hubungan Rusia dengan AS beserta sekutu Baratnya kini memang di ujung tanduk karena perang di Ukraina.

Negara-negara Barat merespons invasi Rusia ke Ukraina dengan menjatuhkan hujan sanksi kepada Rusia.

Tak hanya itu, AS dan sekutunya turut membekukan aset Rusia dalam bentuk emas dan devisa.

Jumlah aset Rusia yang disimpan di Barat diperkirakan mencapai $640 miliar.

Kepala Bidang Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrel, sempat menyarankan aset tersebut disita untuk membantu pembangunan kembali Ukraina yang porak-poranda.

Namun, Darchiev kemudian memperingatkan konsekuensi besar yang harus dihadapi apabila penyitaan itu benar-benar dilakukan.

Baca: 8 Jet Tempur Rusia di Pangkalan Udara Krimea Dikabarkan Hancur, Moskwa Bantah

"Kami memperingatkan Amerika tentang konsekuensi buruk tindakan itu yang akan menghancurkan hubungan bilateral secara permanen," kata Darchiev dalam wawancara dengan TASS, dikutip dari Reuters.

Belum diketahui jenis aset apa yang dibicarakannya saat itu.

AS dan sekutunya juga telah membekukan aset senilai $30 miliar milik sejumlah orang kaya asal Rusia yang diduga memiliki hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca: Para Pemimpin Dunia Desak Aset Rusia Disita & Digunakan untuk Bantu Ukraina

Kementerian Kehakiman AS juga berupaya mendapat izin dari DPR agar bisa menyita aset elite oligarki Rusia.

Darchiev menyebut Rusia telah memperingatkan AS bahwa hubungan diplomatik akan rusak parah dan bahkan terputus apabila Rusia dinyatakan sebagai negara yang mendukung terorisme.

Dia juga menyinggung keterlibatan atau pengaruh AS dalam perang di Ukraina.

"Amerika makin menjadi pihak yang terlibat langsung dalam konflik ini.

Ilustrasi aset Rusia dalam bentuk AS
Ilustrasi aset Rusia dalam bentuk AS (Pixabay/jc_cards)

Wacana penyitaan

Wacana penyitaan aset Rusia sebenarnya sudah muncul sejak bulan Juni lalu

Menteri Keuangan dari Estonia, Latvia, Lithuania, dan Slovakia meminta aset senilai $300 miliar milik bank sentral Rusia disita.

Baca: Tak Tinggal Diam, Kanada Bakal Gunakan Aset Rusia yang Disita untuk Bantu Korban Perang di Ukraina

Aset itu bakal digunakan untuk membangun kembali Ukraina yang luluh lantak akibat serbuan Rusia.

Desakan itu mendapat banyak dukungan di Eropa, tetapi kurang disukai oleh AS.

Menurut mereka, dengan penyitaan itu Rusia bisa "bertanggung jawab atas tindakannya dan membayar kerusakan yang disebabkannya".

Wacana penyitaan aset Rusia juga menjadi topik utama dalam rapat yang digelar negara-negara Group of 7 atau G-7.

Rencana itu dilaporkan mendapat dukungan dari warga Jerman dan Kanada.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Rusia di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved