Momen Gibran Murka, Lepas Paksa Masker Paspampres yang Pukul dan Sita SIM Sopir Truk di Jalan

Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, viral di media sosial


zoom-inlihat foto
Momen-kemurkaan-Wali-Kota-Solo-Gibran-Rakabuming-Raka.jpg
KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati
Momen kemurkaan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat mengetahui warganya dipukul anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Saat itu, keduanya berada di depan ruang Wali Kota Solo sesuai pertemuan dilaksanakan secara tertutup hingg pukul 11.09 WIB, Jumat (12/8/2022).Secara tiba-tiba, Gibran berjalan mendekati Heri Misbah dan langsung mencopot secara paksa masker yang dikenakan olehnya agar wajah Misbah bisa terekspos.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka murka dan mencopot paksa masker anggota Pasukan Pengamanan Presiden (paspampres).

Anggota Paspampres tersebut diduga memukul seorang sopir beberapa waktu lalu.

Aksi Gibran ini dilakukannya sebelum anggota Paspampres bernama Heri Misbah mengaku salah dan minta maaf atas perbuatannya di depan awak media.

Detik-detik Gibran lepas paksa masker Paspampres

Saat berada di depan ruang Wali Kota Solo, tiba-tiba Gibran berjalan mendekati Heri Misbah dan mencopot secara paksa masker yang dipakainya.

Hal tersebut membuat wajah Misbah terekspos.

Misbah hanya diam saja dan langsung mengucapkan permintaan maaf.

"Saya mengakui, saya salah saya minta maaf atas kesalahan saya dan tidak akan mengulangi kesalahan saya. Saya mohon maaf dan minta maaf kepada Bapak yang saya pukul dan keluarganya mohon maaf, karena perbuatan saya mungkin menyakiti hati dan keluarganya. Kepada warga Solo saya minta maaf, terima kasih," kata Misbah di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/8/2022).

Momen kemurkaan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat mengetahui warganya dipukul anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Saat itu, keduanya berada di depan ruang Wali Kota Solo sesuai pertemuan dilaksanakan secara tertutup hingg pukul 11.09 WIB, Jumat (12/8/2022).Secara tiba-tiba, Gibran berjalan mendekati Heri Misbah dan langsung mencopot secara paksa masker yang dikenakan olehnya agar wajah Misbah bisa terekspos.
Momen kemurkaan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat mengetahui warganya dipukul anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Saat itu, keduanya berada di depan ruang Wali Kota Solo sesuai pertemuan dilaksanakan secara tertutup hingg pukul 11.09 WIB, Jumat (12/8/2022).Secara tiba-tiba, Gibran berjalan mendekati Heri Misbah dan langsung mencopot secara paksa masker yang dikenakan olehnya agar wajah Misbah bisa terekspos. (KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)

Kendati sudah minta maaf, Gibran menegaskan akan tetap melindungi warganya yang benar dan menegakkan keadilan.

"Tanggung jawab saya melindungi warga saya yang dipukul," ungkap Gibran.

Menurutnya permasalahan itu belum tuntas dengan dirinya.

"Bagi saya belum selesai. Mereka minta maafnya karena beritanya viral. Kalau enggak viral mereka enggak mungkin minta maaf," tegas Gibran saat di Balai Kota Solo, Jumat (12/8/2022).

"Ya lihat saja nanti ya. Saya enggak terima warga saya digituin. Dia enggak salah kok. Paspampresnya juga dalam posisi tidak mengawal siapa-siapa," lanjutnya.

Anggota Paspampres tersebut adalah anggota Tim Advance, yang bertugas di Kota Solo, Jawa Tengah.

Baca: Sama Seperti Gibran, Kaesang Juga Tak Mau Jokowi Jadi Presiden Lagi: Jadi Orang Biasa Lebih Enak

Sanksi diberikan oleh Komandan Paspampres

Selanjutnya, akan ada sanksi yang akan diberikan kepada anggota Paspampres.

Gibran sepenuhnya akan memberikan tanggung jawab kepada Komandan Paspampres, Marsekal Pertama TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini mengatakan, dirinya juga telah memiliki bukti CCTV yang membuktikan sopir truk yang terlibat di masalah tersebut tidak salah.

"CCTV sudah saya pegang juga. Jelas banget kejadiannya. Kasar banget. Sudah saya pegang videonya. Kejadiannya juga di dekat rumah saya. Bayang no (bayangkan saja). Aku isin (malu) banget. Tugasku melindungi warga," ujarnya.

"Ngakunya satu. Di CCTV kelihatan. Pokoke wis (pokoknya sudah) ku simpan. Nek ngerti ilang (kalau tiba-tiba hilang) atau apa, aku wis nyimpen," lanjutnya.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved