Nekat Ubah Label 'Made in China' Jadi 'Made in USA', Perusahaan Didenda Rp3 M

Perusahaan pakaian bernama Lions Not Sheep didenda karena merobek label "Made in China".


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-Made-in-China.jpg
Pixabay/OpenCliparts Vectors
Ilustrasi Made in China


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah perusahaan pakaian asal Amerika Serikat (AS) didenda karena merobek label "Made in China" dan menggantinya dengan "Made in USA".

Komisi Perdagangan Federal (FTC) berujar perusaahan tersebut telah menipu para pelanggan.

Dikutip dari USA Today, (9/8/2022), perusahaan itu bernama Lions Not Sheep dan berkantor pusat di Utah, AS.

Minggu lalu, Lions Not Sheep diharuskan membayar denda $211.335 atau sekitar Rp3,14 miliar.

Denda itu merupakan buntut komplain yang diajukan oleh FTC pada bulan Mei lalu.

Menurut FTC, perusaahan itu menambahkan label "Made in USA" pada pakaian yang diimpor dari Cina dan negara lainnya. FTC tidak menyebutkan rincian negara itu.

Lions Not Sheep menjual berbagai jenis pakaian, termasuk kaus dan jaket pada laman resminya serta Amazon dan Etsy.

Baca: Gucci Luncurkan Koleksi Fake Not untuk Sindir Pengguna Barang Palsu

Produk juga dipasarkan melalui media sosial. Perusahaan itu mengklaim bisa membuat pemakai produknya menjalani hidup seperti "SINGA, bukan biri-biri".

Tak hanya itu, beberapa kaus yang dijualnya memiliki tulisan "berikan kesempatan kepada kekerasan".

Pada kaus itu juga terdapat gambar mantan Presiden AS Donald Trump berpakaian seperti Terminator dan membawa senjata api.

Ini menunjukkan bahwa Lions Not Sheep adalah pendukung setia Trump.

"Anda punya dua pilihan, dipimpin atau memimpin," demikian keterangan pada laman resmi perusahaan.

Baca: Demi Dapatkan Kartu Kredit untuk Beli Bitcoin, Pria Palsukan Slip Gaji: Berujung Dipenjara

Sang pemilik, Sean Whalen, mengatakan tidak sepakat dengan keputusan FTC. Namun, dia mengaku tidak punya pilihan lain dan terpaksa menerimanya.

Dalam pernyataannya, Whalen berujar perusahaannya "sangat jujur dan transparan" mengenai bisnis yang dijalankan.

Whalen mengaku pernah mengunggah video di Facebook pada bulan Oktober 2020 yang isinya menjelaskan bahwa perusahaannya memang membeli kaus buatan Cina.

Selain didenda, Whalen dan perusahaannya diminta berhenti membuat "klaim palsu made in USA" dan jujur mengenai produk asing yang dijualnya.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang barang palsu di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved