Listyo Sigit: 4 Polisi yang Diduga Hambat Penanganan Kasus Brigadir J Ditahan di Tempat Khusus

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada empat polisi yang diduga menghambat penyelidikan kasus Brigadir J.


zoom-inlihat foto
Kapolri-Listyo-Sigit-Irjen-Pol-Ferdy-Sambo-dan-Brigadir-J.jpg
Istimewa
Kapolri Listyo Sigit, Irjen Pol. Ferdy Sambo, dan Brigadir J


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan ada empat polisi yang saat ini ditempatkan di tempat khusus.

Keterangan itu disampaikan Listyo Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Tiga orang polisi berasal dari Polres Metro Jakarta Selatan, sementara satu lainnya dari Polda Metro Jaya.

"Malam ini ada empat orang yang kita tempatkan di tempat khusus selama 30 hari," ungkap Sigit, dikutip dari Tribunnews.

Ia juga menjelaskan penahanan 4 orang polisi tersebut akan berlangsung selama 30 hari. Mereka ditahan karena diduga menghambat penanganan kasus.

"Selama 30 hari," jawab dia.

Namun, orang nomor satu dalam institusi Polri itu tak memberikan penjelasan tentang identitas keempatnya.

Dia juga memastikan pihaknya akan memproses para personel yang tidak profesional.

Baca: Hotman Paris Sindir Putri Candrawathi: Bisa Melapor, tetapi Tak Pernah Muncul

Baca: Profil Brigjen Benny Ali: Ikut Dimutasi Bersama Ferdy Sambo, Diduga Ikut Terlibat Kasus Brigadir J

"Sisanya akan kita proses sesuai dengan keputusan dari timsus apakah masuk pidana atau masuk etik," kata dia.

Penahanan di tempat khusus itu berdasarkan aturan Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Aturan itu tertuang dalam pasal 98 ayat 3 di Perpol tersebut.

Ini dijelaskan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, Jumat (5/8/2022).

"Dalam hal tertentu, penempatan pada tempat khusus dapat dilaksanakan sebelum sidang KKEP dengan sejumlah pertimbangan," ujar Ramadhan.

Ramadhan menyebutkan beberapa alasan penahanan di tempat khusus di dalam Perpol tersebut.

Alasan pertama adalah demi keamanan dan keselamatan perwira Polri terkait.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mengumumkan penonaktifan Irjen Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kadiv Propam di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/7/2022).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mengumumkan penonaktifan Irjen Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kadiv Propam di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/7/2022). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

"Keamanan atau keselamatan terduga pelanggar dan masyarakat," lanjut Ramadhan.

Kemudian alasan berikutnya lantaran kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J ini sudah menjadi perhatian publik.

Para perwira ini dikhawatirkan akan mengulangi perbuatannya atau melarikan diri.

"Perkaranya menjadi atensi masyarakat luas, lalu terduga pelanggar dikhawatirkan melarikan diri dan atau mengulangi pelanggaran kembali," kata dia.

Daftar Perwira Polri yang Dimutasi







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved