Gelar Latihan 'Operasi Penyatuan Kembali', Tiongkok Bersiap Menyerbu Taiwan?

Pakar militer Tiongkok menyebut latihan militer saat ini sebagai latihan "operasi penyatuan kembali".


zoom-inlihat foto
militer-Tiongkok.jpg
HECTOR RETAMAL / AFP
Wisatawan melihat helikopter militer Tiongkok terbang melewati Pulau Pingtan, salah satu wilayah Tiongkok yang paling dekat dengan Taiwan. Tiongkok menggelar latihan militer di sekitar Taiwan mulai 4 Agustus 2022,


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berdasarkan laporan media pemerintah Tiongkok, Global Times, pakar militer Tiongkok menyebut latihan militer di Selat Taiwan saat ini sebagai latihan "operasi penyatuan kembali".

"Dalam konflik militer pada masa mendatang, rencana operasi yang kini dipraktikkan kemungkinan akan diwujudkan menjadi operasi tempur," demikian kata pakar militer Song Zhongping menurut laporan The Global Times, dikutip dari Al Jazeera.

Hal memunculkan pertanyaan besar: apakah Tiongkok sedang bersiap menyerbu Taiwan?

Sebagian besar pakar militer dari Barat meyakini Tiongkok maupun Amerika Serikat (AS) tidak menginginkan perang di Taiwan, setidaknya dalam waktu dekat.

"Tiongkok sedang berupaya memperingatkan AS dan Taiwan agar tidak mengambil langkah tambahan yang menurut Tiongkok kelewat batas," kata Bonnie Glaser, Direktur Program Asia pada German Marshall Fund of the US.

"Mereka sedang menunjukkan kemampuan militernya dalam melakukan blokade di Taiwan. Namun, Xi Jinping tidak menginginkan perang melawan Amerika Serikat. Dia belum membuat keputusan untuk menyerbu Taiwan," kata dia.

Baca: Latihan Militer Tiongkok di Sekitar Taiwan Dimulai, Buntut Kunjungan Nancy Pelosi

Selain itu, jika Tiongkok benar-benar ingin mencaplok Taiwan secara militer, tindakan itu memiliki risiko besar.

Tentara Tiongkok harus menyeberangi Selat Taiwan dan akan menghadapi serangan di udara dan laut.

Apabila berhasil mendekat, mereka juga akan kesulitan mendarat di pantai Taiwan yang medannya berat.

Baca: Jepang Marah karena Rudal yang Ditembakkan Tiongkok Diduga Jatuh di Wilayahnya

Invasi ke Taiwan juga berisiko memicu konflik lebih besar antara Tiongkok dan AS.

Hingga kini AS belum mengakui Taiwan sebagai sebuah negara. Kendati demikian, UU di AS mewajibkan pemerintah AS membantu pertahanan negara pulau itu.

Pada bulan Mei lalu Presiden AS Joe Biden mengaku akan membantu Taiwan secara militer apabila Tiongkok menyerbu.

Kedatangan Pelosi yang kontroversial

Tiongkok sampai saat ini masih mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi beberapa hari lalu membuat Tiongkok geram.

Menurut Tiongkok, kunjungan itu adalah provokasi dan pelanggaran terhadap kedaulatan Tiongkok.

Baca: Dua Sekutu Tiongkok Menghujat Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan

Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, disambut ketika tiba di Bandara Sungshan, Taipei, Taiwan.
Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, disambut ketika tiba di Bandara Sungshan, Taipei, Taiwan. (HANDOUT / TAIWAN'S MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS (MOFA) / AFP)

Pakar mengatakan kunjungan Pelosi akan membuat hubungan AS dengan Tiongkok makin panas dan membuat ketegangan di sekitar Selat Taiwan meningkat.

"Ini langkah yang amat buruk dari pihak Pelosi karena dia datang ketika hubungan bilateral antara AS dan Tiongkok berada pada titik terendah, dan ketika itu dunia sedang menghadapi pandemi, krisis Ukraina, dan krisis enegri, di antara banyak krisis lainnya," kata Henry Huiyao Wang, Presiden Pusat Studi Tiongkok dan Globalisasi di Beijing, kepada Al Jazeera.

"Ini tidak hanya merusak hubungan AS-Tiongkok, tetapi memunculkan krisis besar dalam hubungan lintas selat."

Menurut Wang, akan ada banyak konsekuensi besar pada masa mendatang.

Baca: Kunjungannya ke Taiwan Dihujat Tiongkok, Nancy Pelosi: Kami Datang dengan Damai

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Taiwan di sini

 

 

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved