Kamaruddin Simanjuntak Ingin Bertemu dengan Istri Ferdy Sambo untuk Dengarkan Curhat

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, ingin bertemu dengan Putri Candrawathi untuk mendengarkan curhat istri Ferdy Sambo itu.


zoom-inlihat foto
Kamaruddin-Simanjuntak-dd.jpg
Facebook/Kamaruddin Hendra Simanjuntak
Kamaruddin Simanjuntak


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Keinginan Kamaruddin itu timbul setelah Putri Candrawathi tidak pernah terlihat usai kematian Brigadir J.

Dikutip dari Tribunnews.com, bahkan hingga kini, istri Ferdy Sambo yang meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) belum juga diperiksa dengan alasan masih terguncang.

"Oleh karena itu supaya Ibu itu tidak terguncang, saya menawarkan diri untuk melindungi Ibu Putri. Saya berkeinginan berbicara dengan dia supaya jelas apa yang terjadi pada 8 Juli 2022," ucap Kamaruddin di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (2/8/2022).

"Bisanya kalau perempuan ngomong sama saya, biasanya nyaman untuk mencurahkan isi hatinya karena saya orangnya sabar mendengar," imbuh dia.

Kamaruddin membeberkan jika Putri berkenan, cerita pada hari insiden yang menewaskan kliennya dapat menjadi dasar terungkapnya kasus tersebut secara jelas.

"Jadi saya tertarik untuk bertemu Ibu Putri supaya tahu dan mengurangi terlalu banyak misalnya misteri-misteri yang tidak terungkap. Saya menawarkan diri untuk bertemu Ibu Putri. Saya berjanji akan melindungi dia secara hukum kalau berkenan ya," katanya.

Baca: Bripka Ricky Disebut Jadi Saksi Mata Penting dalam Kasus Tewasnya Brigadir J

"Supaya cepat terungkap perkaranya dan tidak membebani institusi Polri kan kasian Polri jadi terbebani toh. Saya mau meringankan beban itu," sambung dia.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengaku pihaknya belum dapat mengungkap kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi.

Putri diduga merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J sehingga terjadi insiden baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo.

Damanik mengungkapkan titik tumpu atau saksi hidup atas kasus dugaan pelecehan tersebut terletak di Putri Candrawathi.

Baca: Akhirnya Keberadaan Bharada E Terungkap, Pelaku Baku Tembak Brigadir J ini Minta Perlindungan LPSK

Lantaran saat kejadian, Bharada E yang diduga menembak Brigadir J juga tidak menyaksikan insiden tersebut.

"Seluruh peristiwa ini titik krusialnya, tumpunya ada di Bu Putri (yang bisa) menjawab apakah (ada) tembak-menembak, siapa yang melakukannya, pelecehan seksual ini benar ada atau tidak. Saya kira itu," beber Damanik di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Damanik mengatakan hingga kini Komnas HAM belum dapat bertemu Putri karena masa sikologis dengan LPSK belum selesai.

"Dugaan pelecehan seksual yang ada siapa? Hanya Ibu Putri yang bisa memberikan keterangan, itupun kita belum ketemu dia. Karena masa sikologis dengan LPSK juga belum menyelesaikan prosedurnya," sambungnya.

Oleh karena itu, kata Damanik, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah kasus pelecehan tersebut benar-benar terjadi.

"Maka bagaimana kita menyimpulkannya?Belum bisa. Apakah itu benar terjadi atau tidak," katanya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved