Ayman Al Zawahiri

Ayman Al Zawahiri adalah dokter bedah sekaligus pemimpin Al Qaeda kelahiran Kairo, Mesir.


zoom-inlihat foto
Ayman-Al-Zawahiri.jpg
Kompas
Ayman Al Zawahiri, pemimpin Al Qaeda

Ayman Al Zawahiri adalah dokter bedah sekaligus pemimpin Al Qaeda kelahiran Kairo, Mesir.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ayman Al Zawahiri adalah dokter bedah Mesir dan menjadi salah satu teroris paling dicari di dunia.

Ia lahir di Kairo, Mesir, pada 19 Juni 1951.

Ayman memiliki banyak nama alias, seperti Abu Muhammad, Abu Fatima, Muhammad Ibrahim, Abu Abdallah, Abu al-Mu'iz, The Doctor, The Teacher, Nur, Ustaz, Abu Mohammed, Abu Mohammed Nur al-Deen, Abdel Muaz, hingga Dr Ayman al Zawahiri. (1) 

Ayman Al Zawahiri berasal dari keluarga terhormat. Kakeknya yang bernama Rabia Al Zawahiri adalah imam besar Al Azhar.

Pemimpin Al-Qaeda, Ayman Zawahiri
Pemimpin Al-Qaeda, Ayman Zawahiri (Tribunnews.com)

Pamannya adalah Sekretaris Jenderal Liga Arab pertama.

Ia tergabung dalam Jihad Islam Mesir (EIJ), organisasi yang menentang pemerintah Mesir sekuler dan berusaha menggulingkannya dengan cara kekerasan.

Baca: Al Qaeda

 

  • Pemuda Radikal


Al Zawahiri terlibat dalam Islam politik saat masih di sekolah. Ia ditangkap pada usia 15 tahun karena menjadi anggota Ikhwanul Muslimin yang dilarang, organisasi Islam tertua dan terbesar di Mesir.

Ia belajar kedokteran di Universitas Kairo dan lulus pada tahun 1974. Ayman memperoleh gelar magister dalam bidang bedah empat tahun kemudian.

Ayahnya, Mohammed, yang meninggal pada 1995, adalah seorang profesor farmakologi di sekolah yang sama.

Mulanya Ayman melanjutkan tradisi keluarga, yakni membangun klinik medis di pinggiran kota Kairo.

Kemudian dirinya tertarik kepada kelompok-kelompok Islam radikal yang menyerukan penggulingan pemerintah Mesir.

Organisasi Jihad Islam Mesir (EIJ) didirikan pada tahun 1973, kemudian ia bergabung di dalamnya.

Pada 1981, Ayman ditangkap bersama ratusan anggota EIJ lainnya setelah beberapa anggota kelompok berpakaian tentara membunuh Presiden Anwar Sadat selama parade militer di Kairo.

Sadat telah membuat marah para aktivis Islam dengan menandatangani kesepakatan damai dengan Israel, dan dengan menangkap ratusan pengkritiknya dalam tindakan keras keamanan sebelumnya.

Selama persidangan massal, Al Zawahiri muncul sebagai pemimpin para terdakwa dan difilmkan.

Meskipun ia dibebaskan dari keterlibatan dalam pembunuhan Sadat, Al Zawahiri dihukum karena kepemilikan senjata secara ilegal dan menjalani hukuman tiga tahun. (2)

Menurut sesama tahanan Islam, Al Zawahiri secara teratur disiksa dan dipukuli oleh pihak berwenang selama berada di penjara di Mesir.

Pengalaman tersebur telah mengubahnya menjadi seorang ekstremis yang fanatik dan kejam.

Setelah dibebaskan pada tahun 1985, Al Zawahiri berangkat ke Arab Saudi.

Ia menuju Peshawar di Pakistan dan kemudian ke negara tetangga Afghanistan, di mana ia mendirikan faksi EIJ saat bekerja sebagai dokter di negara itu selama pendudukan Soviet.

Al Zawahiri mengambil alih kepemimpinan EIJ setelah muncul kembali pada tahun 1993.

Ia merupakan tokoh kunci di balik serangkaian serangan oleh kelompok tersebut terhadap menteri pemerintah Mesir, termasuk Perdana Menteri, Atif Sidqi.

Kampanye kelompok untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan negara Islam di negara itu selama pertengahan 1990-an menyebabkan kematian lebih dari 1.200 orang Mesir.

Pada 1997, departemen luar negeri AS menobatkannya sebagai pemimpin kelompok Vanguards of Conquest, sebuah faksi Jihad Islam yang diduga berada di balik pembantaian turis asing di Luxor pada tahun yang sama.

Dua tahun kemudian, ia dijatuhi hukuman mati secara in absentia oleh pengadilan militer Mesir karena perannya dalam banyak serangan kelompok itu. (1)

Baca: Usamah bin Ladin (Osama bin Laden)

  • Target Negara Barat


Ayman Al Zawahiri diperkirakan telah melakukan perjalanan keliling dunia selama tahun 1990-an.

Perjalanan tersebut bertujuan untuk mencari tempat perlindungan dan sumber pendanaan.

Pada tahun-tahun setelah penarikan Soviet dari Afganistan, ia diyakini telah tinggal di Bulgaria, Denmark, dan Swiss

Ia juga terkadang menggunakan paspor palsu untuk melakukan perjalanan ke Balkan, Austria, Yaman, Irak, Iran, dan Filipina.

Pada Desember 1996, ia dilaporkan menghabiskan enam bulan di tahanan Rusia setelah ditangkap tanpa visa yang sah di Chechnya.

Pada 1997, Al Zawahiri diyakini telah pindah ke Kota Jalalabad di Afganistan, markas Osama Bin Laden.

Setahun kemudian, organisasi Jihad Islam Mesir (EIJ) bergabung dengan lima kelompok militan Islam radikal lainnya, termasuk Al Qaeda pimpinan Osama Bin Laden, dalam membentuk Front Islam Dunia untuk Jihad melawan Yahudi dan Tentara Salib.

Enam bulan kemudian, dua serangan serentak menghancurkan kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania, menewaskan 223 orang.

Al Zawahiri adalah salah satu tokoh yang percakapan telepon satelitnya digunakan sebagai bukti bahwa Bin Laden dan Al Qaeda berada di balik rencana tersebut.

Dua minggu setelah serangan, AS mengebom kamp pelatihan kelompok itu di Afghanistan.

Pada tahun-tahun setelah kematian Bin Laden, serangan udara AS membunuh deputi Al Zawahiri berturut-turut dan melemahkan kemampuannya untuk berkoordinasi secara global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Al Zawahiri telah menjadi sosok yang terpencil, terpinggirkan, dan hanya sesekali mengeluarkan pesan. (1) 

Baca: Mohamed Atta

  • Ayman Al Zawahiri Tewas


Ayman Al Zawahiri tewas dalam serangan pesawat tak berawak dalam operasi kontraterorisme Amerika Serikat (AS).

Pemimpin Al Qaeda itu tewas oleh tembakan dua rudal Hellfire dari drone AS di Afganistan pada Sabtu (30/7/2022) pukul 21.48 ET (Eastern Time).

Ayman Al Zawahiri meninggal pada usia 71 tahun.

Kematian Al Zawahiri telah diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden pada Senin, (1/8/2022), malam. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/YUSTICA)



Nama Ayman Al Zawahiri
Kelahiran Kairo, Mesir, 19 Juni 1951
Profesi Dokter bedah, pemimpin Al Qaeda
   


Sumber :


1. tribunnews.com
2. kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved