Studi: Punya Banyak Teman Masa Kecil yang Kaya Buat Kalangan Bawah Bergaji Lebih Besar

Peneliti dari Amerika Serikat (AS) itu menyatakan pergaulan dengan kalangan atas bisa mempermudah mobilitas sosial kalangan bawah.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-kalangan-atas.jpg
Pixabay/josephvm
Ilustrasi kalangan atas


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang dari kalangan bawah bisa mendapat gaji lebih besar ketika dewasa apabila dia memiliki banyak teman masa kecil dari keluarga kaya.

Peningkatan gaji atau pendapatan bisa mencapai 20 persen.

Menurut studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Amerika Serikat (AS) itu, pergaulan dengan kalangan atas bisa mempermudah mobilitas sosial kalangan bawah.

Para peneliti menyimpulkannya setelah menganalisis jaringan pertemanan 21 juta orang di Facebook.

"Hubungan yang lebih banyak dengan orang-orang kaya bisa berguna dalam menyebarkan informasi, membangun aspirasi, dan menyediakan bimbingan atau pekerjaan," demikian pernyataan dalam hasil studi, dikutip dari The Times.

Peneliti mendapati bahwa sebagian besar orang cenderung dekat dengan teman-teman mereka yang berasal dari kelas ekonomi dan sosial yang sama.

Hanya ada sedikit interaksi di antara keluarga kaya dan keluarga yang kurang beruntung di sekitar tempat tinggal, sekolah, dan tempat ibadah.

Baca: Pemerintah Akan Tarik PPN Jasa Pendidikan di Sekolah Orang Kaya

Di sejumlah lingkungan tempat tinggal, ada "keterikatan ekonomi" yang jauh lebih kuat.

Ketika dewasa, anak-anak yang berasal dari lingkungan ini akan memperoleh penghasilan lebih besar hingga 20 persen.

"Tumbuh besar di dalam masyarakat yang terhubung dengan berbagai kelas [ekonomi dan sosial] meningkatkan hasil yang dicapai anak-anak, dan memberi mereka kesempatan lebih besar untuk meninggalkan kemiskinan," kata Raj Chettu, ekonom dari Universitas Harvard, kepada New York Times.

Studi ini menganalisis 72,7 juta pengguna Facebook di AS yang berusia 25 hingga 44 tahun.

Dari jumlah itu, ada 20 juta pengguna yang bisa mengetahui orang tua teman mereka dan SMA mereka melalui Facebook.

Peneliti kemudian menganalisis status ekonomi dan sosial orang tua menggunakan jumlah penghasilan rata-rata di wilayah mereka, model ponsel mereka, dan pendidikan mereka.

Baca: Viral Video Orang Kaya Nongkrong di Mal, Crazy Rich Surabaya dan Denny Cagur Beri Sindiran Pedas

Setelah itu ada pembagian sampel menjadi dua kelompok, yakni kalangan atas dan kalangan bawah.

Setiap orang juga dianalisis untuk mengetahui berupa jumlah teman Facebook-nya yang berasal dari kalangan berpenghasilan tinggi dan rendah.

Sampel ini kemudian dikaitkan dengan tempat tinggal mereka untuk mengetahui seberapa banyak pertemanan antara kalangan atas dan kalangan bawah.

Selanjutnya data ini dibandingkan dengan hasil penelitian yang menganalisis mobilitas sosial di tiap wilayah di AS.

Hasilnya, orang-orang dari kalangan berpenghasilan rendah ternyata memiliki lebih sedikit teman yang berasal dari keluarga kaya, yakni sebanyak 39 persen.

Sementara itu, orang-orang dari kalangan berpenghasilan lebih tinggi memiliki lebih banyak teman yang berasal dari keluarga kaya, yakni 70 persen.

Jika seorang anak dari kalangan bawah tinggal di suatu wilayah dan 70 persen temannya dari kalangan atas, penghasilannya ketika dewasa akan meningkat 20 persen.

Baca: Amankan Harta di Masa Pandemi, Orang-orang Kaya asal China Berburu Rumah Mewah di Asia Tenggara

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang mobilitas sosial di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved