Zelenskiy Keluarkan Perintah: Warga Sipil di Donetsk Harus Mengungsi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy meminta warga di Donetsk mengevakuasi diri.


zoom-inlihat foto
Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelenskiy-diwawancarai.jpg
STR / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy diwawancarai oleh wartawan ketika berkunjung ke Pelabuhan Chornomorsk di Laut Hitam. (29/7/2022)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mewajibkan seluruh warga sipil di Donetsk untuk segera mengungsi, Minggu (31/7/2022).

Menurut Zelenskiy, perintah mengungsi itu merupakan "keputusan pemerintah" Ukraina.

"Segalanya sedang diatur. Dukungan penuh, bantuan penuh—logistik dan keuangan. Kita hanya memerlukan satu keputusan dari rakyat sendiri, yang belum membuanya untuk diri mereka sendiri," kata Zelenskiy dikutip dari CNN International.

"Makin cepat dilakukan, makin banyak orang yang saat ini meninggalkan Donetsk, makin sedikit waktu yang dimiliki Rusia untuk melakukan pembunuhan," kata dia.

Dia juga mendesak warga Ukraina untuk meyakinkan sesamanya untuk meninggalkan Donbas yang kini menjadi medan tempur.

"Terutama jika mereka berkeluarga dan punya anak," ujar Zelenskiy.

Baca: Rusia Disebut Rekrut Relawan untuk Perang di Ukraina, Iming-imingi Gaji Tinggi

Zelenskiy menyebut masih ada ratusan ribu orang dan puluhan ribu anak di Donbas.

Awal pekan lalu pasukan Ukraina mengaku berhasil menghalangi upaya tentara Rusia menyerbu beberapa distrik di Donetsk.

Menurut pihak Ukraina, ada serangan rudal gencar di garis pertempuran di Ukraina timur. Namun, pasukan Rusia tidak bergerak maju.

Baca: Mata-Mata Ukraina Disebut Tawari Pilot Rusia Rp30 Miliar untuk Antar Jet Tempur

Puluhan ribu anak di Donetsk

Wakil Perdana Menteri Ukraina Irya Vereshchuk mengatakan saat ini ada 52.000 anak di Donetsk.

Menurutnya di sana juga tidak ada pasokan gas. "Tidak ada penghangat di Donetsk pada musim dingin," kata Vereshchuk.

Dia berujar pemerintah Ukraina telah membuat pusat koordinasi untuk membantu mengevakuasi warga Donetsk ke wilayah yang lebih aman.

Evakuasi ini akan dilakukan menggunakan kereta api dan bus.

Seorang tentara Ukraina berdiri di garis depan perbatasan dengan kelompok separatis yang didukung Rusia, Donetsk, 7 Februari 2022.
Seorang tentara Ukraina berdiri di garis depan perbatasan dengan kelompok separatis yang didukung Rusia, Donetsk, 7 Februari 2022. (ALEKSEY FILIPPOV / AFP)

Orang-orang yang menolak evakuasi harus menandatangani formulir penolakan evakuasi wajib.

Dalam formulir itu, mereka menyatakan paham akan segala konsekuensi yang muncul jika tetap berada di zona perang.

Baca: Presiden Ukraina: Perang Melawan Rusia Buat Hubungan Pernikahan Kami Main Kuat

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved