Tiongkok Dihujat karena Puing-Puing Roket 23 Ton Miliknya Jatuh ke Bumi

Puing-puing roket berjenis Long March 5B milik Tiongkok dilaporkan jatuh ke Bumi.


zoom-inlihat foto
Sebuah-roket-berjenis-Long-March-5B.jpg
WENCHANG, CHINA
Sebuah roket berjenis Long March 5B diluncurkan dari Pusat Peluncuran Wenchang, Hainan, Tiongkok, (29/4/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tiongkok dikritik pedas karena puing-puing roketnya jatuh ke Bumi.

Menurut Komando Luar Angkasa Amerika Serikat (AS), roket itu jatuh di Samudra Hindia pada hari Sabtu, (30/7/2022).

Roket itu dilaporkan berjenis Long March 5B dan beratnya mencapai 23 ton. Sebelumnya, roket itu diluncurkan dari Pulau Hainan, Minggu (24/7/2022).

Dilansir dari CNN International, roket itu membawa modul baru untuk stasiun luar angkasa Tiongkok.

Modul tersebut berhasil dipasang. Namun, roket kemudian tidak bisa dikendalikan dan menuju ke arah atmosfer Bumi.

Kegagalan Tiongkok menangani sisa-sisa roketnya memunculkan hujatan.

"Tidak ada negara yang meninggalkan benda seberat 20 ton di orbit untuk kembali memasuki [atmosfer] dengan cara yang tidak bisa dikendalikan," kata Jonathan McDowell, seorang pakar astrofisika pada Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian, dikutip dari CNN International.

Ini adalah ketiga kalinya Tiongkok dituding gagal menangani sisa-sisa roket.

Baca: Roket Long March 5B

Bill Nelson, seorang pejabat NASA, mengatakan Tiongkok tidak membagikan informasi tentang lintasan spesifik roket tersebut ketika roket jatuh ke Bumi.

"Semua negara yang melakukan aktivitas di luar angkasa harus mengikuti cara terbaik yang sudah diterima, dan ambi bagian dengan berbagi jenis informasi ini sebelumnya, untuk memungkinkan adanya prediksi tentang risiko dampak puing-puing [roket], terutama kendaraan pengangkat beban berat, seperti Long March 5B, yang membawa risiko hilangnya nyawa dan properti secara signifikan," kata Nelson.

"Melakukan hal itu sangat penting bagi penggunaan luar angkasa yang bertanggung jawab dan demi memastikan keamanan orang-orang di sini, di Bumi," kata dia menambahkan.

Baca: Mengenal Roket China Long March 5B, Akan Jatuh Tak Terkendali ke Bumi, Diprediksi Menuju Australia

Dalam sebuah pernyataan, Badan Antariksa Berawak Tiongkok menyebut sisa-sisa roket kembali memasuki atmosfer pada hari Minggu, sekitar pukul 00.55 waktu Beijing.

Badan tersebut mengatakan mayoritas puing-puing roket terbakar selama memasuki atmosfer di atas Laut Sulu yang berada di antara Kalimantan dan Filipina.

"Yang benar-benar ingin kami ketahui adalah apakah ada pecahan yang memang jatuh sampai di tanah," kata McDowell.

"Butuh sedikit lebih banyak waktu untuk menyaring laporan itu."

Beredar pula sebuah video yang diduga memperlihatkan gambar roket terbakar di atmosfer. Namun, belum ada konfirmasi mengenai hal ini.

Baca: Ukraina Minta Bantuan Roket Canggih kepada AS, Rusia: Ini Provokasi Langsung

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Tiongkok di sini

 

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved