Takut 'Sejarah Dibelokkan', Warga Filipina Bergegas Beli Buku tentang Marcos Sr.

Sejumlah warga Filipina berusaha mendapatkan buku tentang masa gelap pemerintahan diktator Ferdinand Marcos.


zoom-inlihat foto
Calon-Presiden-Filipina-Ferdinand-Marcos.jpg
MIKHAEL FLORES / AFP
Calon Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., berbicara di depan para wartawan di kantor pusat partainya di Manila, 9 Mei 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Warga Filipina di luar negeri dilaporkan bergegas membeli buku tentang diktator Filipina, Ferdinand Marcos.

Hal itu dilakukan agar mereka tetap ingat akan tindak-tanduk rezim kediktatoran Marcos.

Mereka dilanda kekhawatiran karena kini putra Marcos, Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., terpilih sebagai Presiden Filipina bulan Mei lalu.

Marcos Jr. tidak pernah mengakui adanya pelanggaran HAM dan korupsi yang terjadi pada masa pemerintahan ayahnya.

Oleh sebab itu, mereka takut Marcos Jr. bakal menulis ulang sejarah Filipina sesuai dengan keinginannya.

Dilansir dari CNN International, (17/7/2022), bertambahnya minat warga Filipina untuk membeli buku itu diceritakan oleh jurnalis Raissa Robbles.

Robbels sendiri pernah menulis buku tentang Marcons Sr. berjudul Marcos Martial Law: Never Again.

Setelah Marcos Jr. menang, Robbels menerima banyak surel yang berisi permintaan izin untuk pencetakan ulang buku itu.

Baca: Ferdinand Marcos Jr.

Presiden terpilih Filipina Ferdinand Bongbong Marcos Jr.
Presiden terpilih Filipina Ferdinand Bongbong Marcos Jr. (AFP VIA GETTY IMAGES/TED ALJIBE)

"Harga buku ini naik dua kali lipat dan orang-orang membeli bertumpuk-tumpuk buku ini. Mereka tidak hanya membeli satu atau dua. Mereka membeli lima atau sepuluh dalam sekali beli," kata Robbels dikutip dari CNN International.

Menurutnya, warga Filipina mengkhawatirkan tindak-tanduk Marcos Jr.

Ketika bersiap maju sebagai capres tahun 2020 lalu, Marcos Jr. mengatakan ingin merevisi buku teks sekolah yang menceritakan rezim ayahnya yang korup dan brutal.

"Kami telah menyerukan hal itu selama bertahun-tahun," kata Marcos Jr. dalam forum yang digelar oleh Klub Pers Nasional.

Dia menuding orang-orang yang berkuasa dalam pemerintahan setelah kelengseran ayahnya telah mengarkan "kebohongan" kepada anak-anak.

Baca: Sosok Ferdinand Marcos Jr, Anak Mantan Diktator Filipina yang Menang Pilpres & Buat Warga Khawatir

Kelompok HAM mengatakan selama Marcos Sr. berkuasa tahun 1965 hingga 1986 ada puluhan ribu orang yang ditahan, disiksa, dan dibunuh karena mengkritik pemerintah.

Marcos Sr. meninggal dalam pengasingan tahun 1989. Sementara itu, istrinya, Imelda, juga dinyatakan bersalah atas kasus korupsi yang menyebar luas.

Imelda bahkan disebut mencuri uang rakyat sebesar $10 miliar.

Menghadapai catatan hitam keluarganya itu, Marcos Jr. meminta "dunia" menilai dirinya berdasarkan tindakannya, bukan masa lalu keluarnya.

Namun, pada pidato pelantikannya tanggal 30 Juni dia memuji ayahnya. Kata dia, ayahnya memiliki pencapaian jauh lebih besar daripada rezim sebelumnya sejak Filipina merdekat tahun 1946.

Baca: Putra Diktator Ferdinand Marcos Menang Telak dalam Pilpres di Filipina

Dia juga menyinggung persoalan tentang revisi materi pembajaran di sekolah.

"Apa yang kita ajarkan di sekolah, materi yang digunakan, harus diajarkan kembali. Saya tidak berbicara tentang sejarah. Saya berbicara tentang hal mendasar, ilmu, mempertajam kemampuan teoritis dan memberikan keterampilan kejuruan," kata dia.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved