Bareskrim Cium Indikasi Dugaan ACT Cuci Uang Lewat Perusahaan Cangkang

Dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu didasari dari hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)


zoom-inlihat foto
Lobi-depan-Kantor-Utama-Yayasan-Aksi-Cepat-Tanggap.jpg
KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO
Lobi depan Kantor Utama Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Lantai 22 Gedung Menara 165, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Rabu (6/7/2022). Bareskrim Dalami Dugaan ACT Cuci Uang Lewat Perusahaan Cangkang


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang lembaga filantropis Aksi Cepat Tanggap (ACT) lewat perusahaan cangkang.

Perusahaan cangkang tersebut adalah perusahaan yang dibentuk secara sengaja tanpa menjalankan operasi bisnis dan dipakai untuk menyembunyikan harta diduga ACT.

“Adanya dugaan menggunakan perusahaan-perusahaan baru sebagai cangkang dari perusahaan ACT. Ini didalami,“ kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan Brigjen Whisnu Hermawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (14/7/2022), dikutip dari Kompas.com.

Whisnu mengatakan, pendalaman dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu didasari dari hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Namun, ia masih belum mau mengungkapkan identitas dan jumlah dari perusahaan cangkang yang digunakan ACT.

“Nanti kita ungkap bahwa ada namanya perusahaan-perusahaan yang menjadi cangkang dari perusahaan ACT,” ucap dia.

Aksi Cepat Tanggap atau ACT
Aksi Cepat Tanggap atau ACT (ACT)

Selain itu, Bareskrim mendalami soal dugaan penyelewengan dana yang dikelola lembaga filantropis tersebut.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 12 saksi, di antaranya Mantan Presiden ACT, Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar.

Ibnu diperiksa secara berturut-turut sejak Jumat (14/7/2022) hingga Rabu (13/7/2022). 

Baca: Kegiatan Operasional ACT Nonaktif hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Kemudian, Ahyudin diperiksa secara maraton dari Jumat hingga hari ini. Mereka masih diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

Kasus ini mencuat karena majalah Tempo membuat laporan jurnalistik yang berjudul "Kantong Bocor Dana Umat". Isinya mengungkap dugaan penyelwengan atau penilapan uang donasi oleh petinggi ACT.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved