Bertemu di Meja Perundingan, Ukraina & Rusia Bahas Krisis Gandum Dunia

Ukraina dan Rusia membahas ekspor gandum dari pelabuhan Ukraina di Laut Hitam yang kini terganggu.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-alat-pertanian-2.jpg
ANATOLII STEPANOV / FAO / AFP
Ilustrasi lahan gandum di Ukraina. Delegasi Ukraina dan delegasi Rusia bertemu di Turki untuk membahas krisis gandum.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan delegasi Ukraina dan delegasi Rusia bertemu di Istanbul, Turki, hari ini, Rabu (14/7/2022).

Mereka membahas ekspor gandum dari pelabuhan Ukraina di Laut Hitam yang kini terganggu akibat operasi militer di Ukraina.

Sekretaris Jenderap PBB Antonio Guterres berujar kini dibutuhkan lebih banyak upaya teknis untuk mencapai kesepakatan.

"Namun, momentumnya sudah jelas. Sayang mendukung, tetapi belum sepenuhnya selesai," kata Guterres dikutip dari USA Today.

Rusia dilaporkan menghalangi ekspor jutaan ton gandum dari Ukraina. Hal ini memicu krisis pangan di sejumlah negara Afrika dan Asia.

Sebelum diinvasi, Ukraina adalah ekportir gandum, jagung, dan minyak bunga matahari terbesar di dunia.

Baca: Halangi Ekspor, Rusia Disebut Ubah Gelombang Krisis Pangan Jadi Tsunami

Perundingan di Istanbul mengarah kepada sejumlah kesepakatan. Di dalamnya termasuk adanya pusat koordinasi di Istanbul, "kendali bersama" di titik keluar dan kedatangan, dan penjagaan keamanan rute pengiriman.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan kedua belah pihak akan meninjau rincian dalam kesepakatan itu.

Ukraina dan Rusia diperkirakan akan menandatangani kesepakatan itu ketika bertemu lagi pekan depan.

Rusia dituding ciptakan 'tsunami krisis pangan'

Rusia sering dituding membuat krisis pangan dunia makin parah karena menghalangi ekspor biji-bijian dari Ukraina.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan ada 25 juta ton biji-bijian di pelabuhan Ukraina yang tidak bisa dikapalkan ke negara lain.

Dunia ini, menurut Annalena Baerbock, telah dilanda gelombang krisis pangan sebelum Rusia memulai invasinya ke Ukraina.

Namun, gelombang tersebut kini telah menjadi "tsunami" akibat perang di Ukraina.

Baca: Turki Selidiki Kapal Rusia yang Bawa Gandum Curian dari Ukraina

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menghadiri konferensi krisi pangan dunia, (24/6/2022) di Berlin. Baerbock mengatakan Rusia memperparah krisis pangan dunia.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menghadiri konferensi krisi pangan dunia, (24/6/2022) di Berlin. Baerbock mengatakan Rusia memperparah krisis pangan dunia. (BERND VON JUTRCZENKA / POOL / AFP)

Dilansir dari The Guardian, (25/6/2022), Baerbock mengatakan saat ini ada 345 juta orang di seluruh dunia yang terancam kekurangan pangan.

Hal itu diungkapkannya saat konferensi antar-Kementerian Pangan di Berlin, Jerman.

Di sisi lain, Rusia membantah telah memperburuk krisik pangan global.

Sebaliknya, negara yang dipimpin Vladimir Putin itu mencela sanksi-sanksi dari Barat yang dianggapnya menghalangi penyaluran pangan dari Rusia.

Negara-negara Afrika dilaporkan menjadi yang paling parah terkena dampak perang di Ukraina.

Diperkirakan ada sekitar 25 negara di benua itu yang mengimpor lebih dari sepertiga kebutuhan gandumnya dari Ukraina dan Rusia. Bahkan, 15 di antaranya mengimpor lebih dari setengah.

Baca: Rusia Dituding Mengebom Gudang Gandum di Ukraina, Memperparah Krisis Pangan Dunia

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved