Ayah Brigadir J Sebut Anaknya Tak Mungkin Masuk Kamar jika Tak Dipanggil: Jangan Direkayasa

Ayah Brigadir J buka suara tentang dugaan anaknya masuk kamar istri jenderal bintang 2.


zoom-inlihat foto
ayah-Brigadir-J-tak-percaya-putranya-ditembak-gara-gara-lecehkan-istri-Kadiv-Propam.jpg
Tribunjambi.com/M. Kurniawan
Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Yosua, meminta keadilan untuk anaknya yang tewas karena penembakan di rumah dinas pejabat Polri di Jakarta.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ayah Brigadir J atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat akhirnya buka suara tentang anaknya yang dituduh melecehkan istri Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Samuel Hutabarat, ayah Brigadir J, tak percaya anaknya berani masuk ke kamar pribadi jenderal bintang dua polisi.

Sebelumnya, beredar kabar Brigadir J masuk ke kamar pribadi Irjen Ferdy Sambo saat istrinya sedang beristirahat.

Samuel membantah karena yakin anaknya tidak mungkin masuk ke kamar pribadi jika tidak dipanggil.

“Kalau enggak dipanggil, mana mungkin dia datang ke kamar, gitu aja,” kata Samuel Hutabarat.

Samuel juga mengaku pasrah dengan kronologi kejadian versi polisi yang mengatakan Brigadir Yosua masuk ke kamar pribadi istri Jendral bintang 2.

“Tapi ya terserah, itu kronologis katanya, kita sah-sah saja,” ucap Samuel.

Samuel hanya berharap proses hukum terkait kematian anaknya dapat benar-benar ditegakkan.

“Yang penting kalau memang diadili, seadil-adilnya lah, transparan, jangan direkayasa,” ujarnya.

Baca: Sosok Brigadir J, Ajudan yang Ditembak Mati karena Diduga Lecehkan Istri Kadiv Propam

Baca: Insiden Baku Tembak Rumah Kadiv Propam, Kapolri Enggan Buru-buru Nonaktifkan Irjen Ferdy Sambo

Sementara itu, Irwasum Polri, Komjen Pol. Agung Budi Maryoto, mengungkapkan langkah-langkah yang sudah dilakukan Tim Khusus dalam kasus penembakan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir J.

Agung Budi mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan pendalaman tempat kejadian perkara (TKP) hingga saksi-saksi.

Ia menyampaikan pemeriksaan terhadap saksi-saksi akan segera dilakukan untuk melengkapi data.

"Tentu melaksanakan pendalaman terhadap olah TKP, kemudian pendalaman terhadap hasil autopsi, pendalaman terhadap saksi-saksi, dan mungkin (akan melakukan) pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dimungkinkan untuk melengkapi (data)," kata Agung Budi dalam konferensi pers yang ditayangkan oleh KompasTV, Rabu (13/7/2022).

Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Yosua meminta keadilan untuk anaknya yang tewas karena penembakan di rumah dinas pejabat Polri di Jakarta. Pantas Keluarga Heran, Brigadir J Seorang Sniper Khusus Namun 7 Tembakan Meleset dari Jarak Dekat
Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Yosua meminta keadilan untuk anaknya yang tewas karena penembakan di rumah dinas pejabat Polri di Jakarta. Pantas Keluarga Heran, Brigadir J Seorang Sniper Khusus Namun 7 Tembakan Meleset dari Jarak Dekat (Tribunjambi.com/M Kurniawan)

Lebih lanjut, Agung Budi mengatakan dalam kasus penembakan Brigadir J ini dilakukan pendekatan scientific crime investigation agar hasilnya objektif.

Ia pun berjanji tim khusus ini akan menyampaikan secara transparan hasil penyelidikan.

"Tim ini akan menyampaikan secara transparan, akuntabel (terkait) fakta-fakta yang diberikan disertai pembuktian secara ilmiah," katanya.

Kronologi Insiden Baku Tembak

Aksi baku tembak itu terjadi di rumah Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di daerah Duren Tiga, Jakarta, Jumat (8/7/2022).

Insiden baku tembak itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, melibatkan dua anggota polisi, yakni Brigadir J dan Bharada E.

Akibat kejadian baku tembak itu, Brigadir J tewas.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved