PBB Sebut 2,3 Miliar Orang di Dunia Alami Kekurangan Pangan Tahun 2021

Angka kasus kelaparan diperkirakan meningkat akibat perang di Ukraina.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-alat-pertanian-2.jpg
ANATOLII STEPANOV / FAO / AFP
Ilustrasi ladang gandum di Ukraina. Perang di Ukraina diperkirakan membuat krisis pangan dunia makin buruk.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB menyatakan 2,3 miliar orang di dunia ini mengalami kekurangan pangan pada tahun 2021.

Angka ini termuat dalam laporan Program Pangan Dunia PBB yang berjudul "The State of Food Security and Nutrition in the world".

Kepala Program Pangan Dunia, David Besley, menyebut jumlah kasus "kurang nutrisi" terus meningkat pada tahun 2021.

Menurut laporan ini, diperkirakan ada 702 hingga 828 juta orang yang mengalami kelaparan tahun lalu.

Kasus kelaparan terus meningkat di Afrika, Asia, Amerika Selatan, dan kawasan Karibia, tetapi lajunya lebih lambat daripada laju tahun 2019 hingga 2020.

"Pada tahun 2021, kasus kelaparan berdampak pada 278 juta orang di Afrika, 425 juta orang di Asia, dan 56,5 juta orang di Amerika Latin dan Karibia," demikian pernyataan dalam laporan ini, dikutip dari Associated Press.

Kata Besley, pada tahun ini, yakni 2022, jumlah orang yang mengalami lapar kemungkinan sudah melebihi angka tahun lalu.

Baca: Jerman Tuding Rusia Sengaja Jadikan Krisis Pangan & Kelaparan sebagai Senjata

Peningkatan angka ini berkaitan dengan perang yang saat ini terjadi di Ukraina.

Ukraina adalah salah satu pengekspor biji-bijian terbesar di dunia. Bahkan, negara itu disebut sebagai "keranjang roti dunia".

Sebelum perang terjadi, Ukraina dan Rusia menyumbang hampir sepertiga ekspor gandum dan barley dunia, dan setengah ekspor minyak biji bunga matahari.

Selain itu, Rusia dan sekutunya, Belarusia, menjadi produsen potash, bahan pupuk, terbesar kedua dan ketiga di dunia.

Besley menyerukan adanya solusi darurat yang bisa memungkinkan gandum Ukraina kembali dikapalkan ke pasar dunia.

Baca: Halangi Ekspor, Rusia Disebut Ubah Gelombang Krisis Pangan Jadi Tsunami

Ilustrasi ladang gandum di Ukraina
Ilustrasi ladang gandum di Ukraina (ANATOLII STEPANOV / FAO / AFP)

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah berupaya mencari jalan keluar agar Ukraina bisa kembali mengekspor gandum, dan RUsia bisa mengekspor biji-bijian dan pupuk.

Sementara itu, Besley mengatakan pada tahun 2022 jumlah orang yang mengalami lapar akut mencapai 345 juta. Mereka di ambang krisis kelaparan.

Jumlah ini meningkat 25 persen sejak Rusia menginvasi Ukraina bulan Februari lalu.

Sementara itu, sebelum pandemi muncul pada awal 2020, angkanya mencapai 135 juta.

"Ada ancaman nyata bahwa jumlah ini akan meningkat beberapa bulan ke depan," kata Besley dikutip dari Associated Press.

"Bahkan yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika angka ini dirinci, secara mengejutkan ada 50 juta orang di 45 negara yang berada di ambang kelaparan."

Baca: Alami Krisis Pangan akibat Invasi Rusia, Afrika Minta Putin Permudah Ekspor Gandum Ukraina

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang kasus kelaparan di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved