Total Dana Operasional yang Dihimpun Tahun 2022 Capai Rp519 Miliar, ACT Gunakan 13,7 Persennya

Presiden ACT menyebut menggunakan 13,7 persen dari dana operasional untuk menggaji pegawai dari tahun 2017 hingga 2021.


zoom-inlihat foto
111-Ibnu-Khajar.jpg
Tribunnews.com/Naufal Lanten
Ibnu Khajar selaku Presiden ACT


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aksi Cepat Tanggap (ACT) menghimpun dana operasional mencapai Rp519 miliar pada tahun 2022 lalu.

Dikutip dari Tribunnews, dari dana tersebut, lembaga itu menyisihkan rata-rata 13,7 persennya untuk operasional gaji pegawai dari 2017 hingga 2021.

Presiden ACT Ibnu Khajar menyebut pengambilan 13,7 persen dana operasional masih dalam kategori wajar berdasarkan syariat.

“Dalam lembaga zakat, secara syariat dibolehkan 1/8 atau 12,5 persen. Ini patokan kami secara umum, tidak ada secara khusus untuk operasional lembaga,” terang Ibnu Khajar dalam konferensi pers di Menara 165, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).

Ibnu menegaskan pihak dapat mengambil 13,7 persen, yang bisa dikatakan melebihi 1/8 atau 12,5 persen lantaran ACT bukan badan amil zakat, melainkan lembaga filantrofi umum.

“ACT bukan lembaga zakat, tapi filantropi umum dari masyarakat, CSR, sedekah umum atau infaq, dan alokasi dana zakat,” bebernya.

Menurut Ibnu, sebagai lembaga yang memiliki program di 47 negara lebih, ACT kerap membutuhkan dana distribusi bantuan yang lebih banyak.

Baca: ACT (Aksi Cepat Tanggap)

“Sehingga kami ambil sebagian dari dana nonzakat, infaq atau donasi umum," ucapnya.

Dia menuturkan dana operasional tersebut sempat ingin digunakan untuk menunjang kegiatan pada tahun 2021 lalu.

Namun, upaya hanya berjalan sebulan.

Ibnu mengatakan hal tersebut karena pandemi Covid-19 yang melanda seluruh penjara dunia, alhasil menyebabkan lembaga ini melakukan perubahan struktur gaji sebanyak 4 hingga 5 kali dan disesuaikan dengan dana filantropi.

Oleh karena itu, patokannya bukan fasilitas apa atau gaji berapa apabila sejak Januari ada pemotongan signifikan.

Baca: Pejabat di Kemendag Segera Ditetapkan Jadi Tersangka, Diduga Terima Uang Korupsi Gerobak

Seperti diketahui, beredar kabar bahwa ACT melakukan penyelewengan dana untuk memfasilitasi para petinggi di lembaga filantropi tersebut.

Saat Ahyudin masih menjadi petinggi ACT, diduga ia mendapatkan gaji sebesar Rp250 juta per bulan.

Posisi di bawahnya, seperti senior vice president, menerima gaji sebesar Rp200 juta per bulan, vice president Rp80 juta per bulan, serta direktur eksekutif Rp50 juta per bulan.

Tak hanya itu, Ahyudin juga dikabarkan mendapat fasilitas tiga kendaraan mewah, seperti Toyota Alphard, Misubishi Pajero Sport, dan Honda CVR.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved