Ibnu Khajar Ungkap Gaji Presiden ACT Sebelumnya Tembus Rp 250 Juta : Sekarang Dikurangi

Dia hanya menerima tidak lebih dari Rp 100 juta, yang dinilai cukup untuk pemimpin lembaga dengan karyawan mencapai 1.128 orang.


zoom-inlihat foto
111-Ibnu-Khajar.jpg
Tribunnews.com/Naufal Lanten
Ibnu Khajar selaku Presiden ACT. Presiden Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar menyebutkan gaji presiden ACT sebelumnya mencapai Rp 250 juta per bulan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar menyebutkan gaji presiden ACT sebelumnya mencapai Rp 250 juta per bulan.

Gaji presiden ACT tersebut mulai diterapkan pada awal tahun 2021 lalu.

"Jadi kalau pertanyaan apa sempat berlaku (gaji Rp 250 juta), kami sempat memberlakukan di Januari 2021 tapi tidak berlaku permanen," kata Ibnu saat konferensi pers di Menara 164 TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022), dikutip dari Kompas.com.

Meski, kebijakan gaji tinggi itu tidak bertahan lama.

Pasalnya, donasi yang masuk ke lembaga ini menurun.

Maka, manajemen ACT kemudian menurunkan gaji pimpinan, termasuk karyawannya. 

"September 2021 soal kondisi filantropi menurun secara signifikan sehingga kami meminta seluruh karyawan untuk berlapang dada mengurangi gaji karyawan," ujar dia.

Baca: ACT (Aksi Cepat Tanggap)

Ibnu mengaku dirinya sebagai pengganti presiden ACT mendapat gaji yang tidak sebesar yang diberitakan.

Dia hanya menerima tidak lebih dari Rp 100 juta, yang dinilai cukup untuk pemimpin lembaga dengan karyawan mencapai 1.128 orang.

Lalu, Ibnu Khajar menyampaikan permohonan maaf kepada donatur dan masyarakat Indonesia lantaran ramai pemberitaan salah satu media masa penilapan uang oleh petinggi ACT.

"Kami sampaikan permohonan maaf atas pemberitaan ini," ucap Ibnu.

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar (kanan) saat konferensi pers di Menara 165, Tb Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022)
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar (kanan) saat konferensi pers di Menara 165, Tb Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022) (KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)

Ibnu menjelaskan, ACT sudah melakukan perbaikan manajemen yaitu sejak Januari 2022 dan melakukan restrukturisasi.

Termasuk mengganti Ketua Pembina ACT agar bisa dilakukan perombakan.

"Sejak 11 Januari 2022 tercipta kesadaran kolektif untuk memperbaiki kondisi lembaga. Dengan masukan dari seluruh cabang, kami melakukan evaluasi secara mendasar," ujar Ibnu.

Sejak 11 Januari 2022 ACT sudah melakukan penataan dan restrukturisasi lembaga. Restrukturisasi termasuk manajemen, fasilitas, dan budaya kerja.

Pergantian manajemen tersebut adalah titik balik momentum perbaikan organisasi dengan peningkatan kinerja dan produktifitas.

"SDM kita saat ini juga dalam kondisi terbaik, tetap fokus dalam pemenuhan amanah yang diberikan ke lembaga," kata dia.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved