Korea Utara Sebut AS Ingin Buat Aliansi Militer seperti NATO di Asia Timur

Korea Utara mengaggap AS ingin membentuk aliansi seperti NATO di Asia Timur melalui perjanjian dengan Korea Selatan dan Jepang.


zoom-inlihat foto
Rudal-Korea-Utara-2.jpg
SEOUL, SOUTH KOREA
Warga Seoul, Korea Selatan, melihat rekaman uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara, 30 Januari 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korea Utara mengkritik kesepakatan antara AS, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang dalam kerja sama militer.

Menurut Korut, kesepakatan itu merupakan bagian dari rencana AS untuk membuat aliansi militer seperti NATO di kawasan Asia Timur.

"Realitanya jelas menunjukkan bahwa tujuan AS menyebarkan rumor tentang 'ancaman dari Korea Utara' adalah untuk mencari dalih demi mencapai supremasi militer atas wilayah Asia Timur," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korut kepada KCNA, dikutip dari CNN International.

"Situasi pada saat ini lebih memerlukan adanya penguatan pertahanan negara agar bisa mengatasi gangguan keamanan yang cepat," kata dia menambahkan.

Pekan lalu Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol bertemu di sela-sela pertemuan tingkat tinggi NATO.

Mereka sepakat bahwa program nuklir dan rudal Korut memunculkan ancaman serius.

Ancaman itu bukan hanya terhadap Semenanjung Korea, tetapi juga kawasan Asia Timur dan dunia.

Baca: Tanggapi Aksi Provokasi Korut, AS dan Korsel Pamerkan Jet Tempur di Perairan Korea

Mereka setuju untuk lebih lanjut mencari cara mengatasi atau mencegah Korut.

Tahun ini Korut melakukan lebih banyak uji coba rudal dan bahkan dipercaya sedang menyiapkan uji coba nuklir.

Baca: Korea Utara Diduga Luncurkan Rudal Balistik, Kim Jong-un Tepati Janji?

"Kemampuan pencegahan yang dimiliki aliansi Jepang-AS dan AS-Republik Korea harus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya penting untuk menguatkan kerja sama tiga negara antara Jepang, AS, dan Korsel," kata Kishida.

Hubungan antara Jepang dan Korsel telah lama tegang akibat pendudukan Jepang atas Semenanjung Korea dari tahun 1910 hingga 1945.

Hubungan kedua negara itu makin memburuk ketika Korsel berada di bawah Presiden Moon Jae-in.

Pada saat itu hubungan keduanya diwarnai dengan sengketa wilayah. Bahkan, kedua negara itu membatalkan kerja sama intelijen.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menjawab sejumlah pertanyaan setelah Korea Utara diduga menembakkan rudal balistik, Kantor Perdana Menteri, Tokyo, 5 Januari 2022.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menjawab sejumlah pertanyaan setelah Korea Utara diduga menembakkan rudal balistik, Kantor Perdana Menteri, Tokyo, 5 Januari 2022. (STR / JIJI PRESS / AFP)

Namun, di bawah presiden baru, Yoon Suk-yeol, Korsel mengaku ingin memperbaiki hubungan.

Jepang di bawah Khisida juga terlihat mendukung adanya perbaikan hubungan.

Baca: Diprovokasi Korut, Korsel Tak Bisa Diam Terus, Kim Jong Un Diminta Awali Pembicaraan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Korea Utara di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved