Pembelian Pertalite Lewat MyPertamina Hari Pertama Hanya Berlaku untuk Mobil Saja, Motor Masih Aman

Perlu diketahui pembelian pertalite maupun solar lewat MyPertamina yang dimulai hari ini, Jumat (1/7/2022), berlaku untuk kendaraan roda empat.


zoom-inlihat foto
Sejumlah-mobil-ldi-Seriang-Ginta.jpg
KOMPAS.com/Yohanes Valdi Seriang Ginta
Sejumlah mobil tampak mengantre di jalur pengisian ulang Pertalite sedangkan di jalur pengisian ulang Pertamax tampak sepi di SPBU Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Selasa (5/4/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar gembira bagi masyarakat yang masih bingung terkait pembelian pertalite atau solar menggunakan pMyPertamina.

Untuk uji coba hari pertama yang dilaksanakan pada hari ini, Jumat (1/7/2022), pendaftaran transaksi pembelian BBM Pertalite dan Solar hanya baru berlaku untuk kendaraan mobil.

Untuk kendaraan roda empat atau mobil yang mengonsumsi Pertalite, pendaftaran terbuka untuk semua jenis kendaraan.

Hal ini disampaikan oleh Irto Ginting, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, pada Kamis (30/6/2022) melalui konferensi virtual,

"Saya tegaskan di sini, untuk pendaftaran saat ini kita buka untuk kendaraan roda empat ya, khususnya Pertalite. Untuk Solar sesuai dengan Perpres 191/2014," 

"Kalau untuk pendaftaran ini sekali lagi karena Pertalite itu masih terbuka, revisi Perpres-nya belum ada sehingga itu terbuka untuk semua kendaraan, kecuali roda dua tadi ya, itu nggak perlu daftar dulu," terang dia, dikutip dari Kompas.com.

Seorang pelanggan membeli BBM Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina di SPBU Ketapang, Jakarta Pusat pada Senin (6/6/2022).
Seorang pelanggan membeli BBM Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina di SPBU Ketapang, Jakarta Pusat pada Senin (6/6/2022). (Kompas.com/Isna Rifka Sri Rahayu)

PT Pertamina (Persero) Tbk juga menjelaskan, proses pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite maupun Solar masih seperti biasa.

Meskipun per 1 Juli 2022, pendaftaran di situs MyPertamina sudah dibuka.

"Jadi saya luruskan jangan sampai beranggapan bahwa besok harus punya QR Code, kalau enggak ditolak, saya katakan itu tidak benar. Jadi selama proses pendaftaran, semua proses pembelian masih seperti biasa," imbuh dia.

Seperti yang diketahui uji coba pembelian pertalite dan solar menggunakan MyPertamina mulai diselenggarakan hari ini, Jumat (1/7/2022).

Sebagai informasi, pembelian bahan bakar pertalite dan solar menerapkan mekanisme baru dengan cara pendaftaran BBM melalui website subsiditepat.mypertamina.id khusus untuk kendaraan roda empat (mobil).

Hal ini sesuai dengan Kepmen ESDM No. 37.K/HK.02/MEM.M/2022 Pertalite ditetapkan sebagai BBM penugasan oleh pemerintah.

Irto menjelaskan, adanya kebijakan ini merupakan upaya memastikan penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar bisa tepat sasaran dan tepat kuota.

"Dimulai pada 1 Juli pendaftaran akan dibuka hingga 30 Juli 2022. Kami juga tegaskan kembali, tidak wajib memiliki aplikasi MyPertamina, namun wajib mendaftar di website subsiditepat.mypertamina.id, dan ini khusus untuk kendaraan roda empat," papar Irto.

Baca: Dokumen yang Perlu Disiapkan Saat Akan Membeli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Baca: Daftar Daerah yang Mewajibkan Memakai MyPertamina untuk Membeli Pertalite & Solar Mulai 1 Juli 2022.

Di tahap ini pendaftaran fokus untuk mencocokkan data antara ang didaftarkan oleh masyarakat dengan dokumen serta data kendaraan yang dimiliki.

Kemudian masyarakat akan memperoleh kode QR.

Kode QR ini akan diterima lewat email atau notifikasi di website subsiditepat.mypertamina.id usai statusnya terdaftar.

Tak hanya itu saja, kode QR bisa dicetak dan dibawa ke SPBU untuk membeli pertalite dan solar untuk kemudahan masyarakat.

Seingga masyarakat tidak wajib mendownload aplikasi MyPertamina atau membawa telepon seluler.

Dipilihnya website MyPertamina juga bukan tanpa alasan.

Seorang pelanggan membeli BBM Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina di SPBU Ketapang, Jakarta Pusat pada Senin (6/6/2022).
Seorang pelanggan membeli BBM Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina di SPBU Ketapang, Jakarta Pusat pada Senin (6/6/2022). (Kompas.com/Isna Rifka Sri Rahayu)

Ini sesuai Peraturan BPH Migas No. 06/2013, penggunaan sistem teknologi IT dalam penyaluran BBM dapat dilakukan.

Alih-alih menyulitkan masyarakat, Irto menerangkan pelaksanaan pendaftaran lewat website untuk melindungi masyarakat rentan yang sebenarnya berhak menikmati subsidi energi.

"Tujuan pendataan ini tidak lain adalah untuk melindungi masyarakat rentan, memastikan subsidi energi yang tepat sasaran sehingga anggaran yang sudah dialokasikan Pemerintah benar-benar dinikmati yang berhak. Ke depan kami harap, data ini bisa digunakan untuk menetapkan kebijakan energi bersama pemerintah serta dapat mencegah potensi terjadinya potensi penyalahgunaan atau kasus penyelewengan BBM subsidi di lapangan," jelas dia.

Beberapa waktu lalu pemerintah lewat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi ( BPH Migas ) masih melakukan kajian mengenai rencana pembatasan pembelian Pertalite.

Inilah daftar 11 daerah kabupaten/kota yang diwajibkan menggunakan MyPertamina dalam pembelian BBM Solar dan Pertalite dilansir dari https://subsiditepat.mypertamina.id/:

1. Kota Bukit Tinggi

2. Kabupaten Agam

3. Kabupaten Padang Panjang

4. Kabupaten Tanah Datar

5. Kota Banjarmasin

6. Kota Bandung

7. Kota Tasikmalaya

8. Kabupaten Ciamis

9. Kota Manado

10. Kota Yogyakarta

11. Kota Sukabumi

Baca: Syarat Membeli Pertalite dan Solar agar Tidak Wajib Pakai Aplikasi MyPertamina

Baca: Pembeli Pertalite & Solar di 11 Daerah Wajib Pakai MyPertamina, dari Bukittinggi hingga Jogja

Baca: Tata Cara Daftar dan Beli Pertalite Pakai Aplikasi MyPertamina


(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved