Kronologi 6 Karyawan Holywings Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama

Polisi resmi menetapkan 6 karyawan Holywings menjadi tersangka atas kasus penistaan agama.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-kafe-Holywings.jpg
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Suasana Kafe Holywings di Kemang, Jakarta Selatan setelah disanksi penutupan 3x24 jam karena melanggar aturan PPKM Level 3, Senin (6/9/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Enam karyawan Holywings resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

Keenam pegawai tersebut ialah EJD (27), NDP (36), DAD (27), EA (22), AAB (25), dan AAM (25).

Mereka ditangkap pihak kepolisian lantaran mempromosikan minuman keras (miras) bernada penistaan agama.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengungkapkan kasus bermula dari adanya poster promosi miras yang diunggah di media sosial Holywings, Rabu (22/6/2022) malam.

Sayangnya, isi promosi tersebut tertulis bahwa miras akan diberikan secara gratis kepada pengunjung Holywings bernama Muhammad dan Maria.

Poster promosi miras di Holywings tersebut hanya berlaku pada Kamis (23/6/2022) malam.

"Dari situlah kemudian kami lakukan laporan polisi model A. Karena saat itu belom ada yang lapor kepada kami, tapi kami sudah berinisiatif untuk menjemput bola sebelum kasus ramai," tutur Budhi, seperti dikutip dari Kompas.com.

Kala itu penyidik menyambangi kantor pusat Holywings di Serpong, Tangerang Selatan.

Terdapat sejumlah pegawai yang dimintai keterangan soal postingan promosi miras bernada penistaan agama.

"Kami kemudian menemukan ada beberapa karyawan di HW yang membuat meng-upload konten yang kemudian beredar luas di media sosial," ucap dia.

Baca: Langgar Jam Operasional, Holywings Tebet Digerebek Polda Metro dan Satpol PP DKI Jakarta

Kemudian, penyidik dari Polres Jakarta Selatan mengamankan EJD, NDP, DAD, EA, AAB, dan AAM untuk diperiksa sebagai saksi.

Penyidik pun berkoordinasi dengan ahli untuk meminta keterangan tentang poster promosi miras yang diunggah di media sosial Holywings.

"Dari situ kemudian kami berpendapat bahwa telah cukup kuat telah terjadi dugaan tindak pidana sehingga kami mempersangkakan terhadap yang bersangkutan," imbuh dia.

Polisi pun turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya tangkapan layar poster promosi itu, satu CPU komputer, tiga ponsel, satu buah laptop, dan hardisk.

Baca: Jadi Tersangka Pelanggaran PPKM, Manajer Holywings Kemang Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya

"Kami menduga para tersangka menggunakan sarana barang bukti untuk memproduksi ataupun sebagai sarana dalam melakukan tindak pidana," kata Budhi.

Para tersangka terjerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 156 atau Pasal 156 A KUHP.

Tak hanya itu, mereka juga terjerat Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI 11 tahun 2008 tengang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Kami menerapkan bahwa telah diduga telah terjadi tindak pidana dengan sengaja menyiarkan berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat," kata Budhi.

"Juga terkait dugaan tindak pidana dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan kebencian atau penghinaan terhadap suatu golongan, penyalahgunaan penodaan terhadap suatu agama yang ada di Indonesia dengan ancaman hukuman paling tinggi 10 tahun penjara," sambung dia.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved