PMK Mewabah Jelang Idul Adha, Menag Yaqut Cholil Qoumas Sebut Berkurban Tidak Wajib

Dalam ajaran agama Islam, berkurban adalah ibadah yang sifatnya sunnah muakad, bukan sebagai ibadah wajib.


zoom-inlihat foto
Kementan-telah-melakukan-upaya.jpg
Kementan
Kementan telah melakukan upaya mengatasi kejadian munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. -- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan tidak menular ke Manusia. Ini gejala PMK pada sapi, kambing, domba, babi dan cara pencegahannya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri menyembelih hewan kurban pada Idul Adha 1443 Hijriah tahun ini di tengah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Yaqut mengatakan, dalam ajaran agama Islam, berkurban adalah ibadah yang sifatnya sunnah muakad, bukan sebagai ibadah wajib.

"Hukum kurban itu adalah sunah muakad, sunah yang dianjurkan, jadi bukan wajib. Artinya jika dalam kondisi tertentu kurban ini tidak bisa dilaksanakan, maka kita tidak boleh memaksakan," kata Yaqut dalam keterangan pers, Kamis (23/6/2022), dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden.

Yaqut menyebutkan, Kementerian Agama akan melakukan pengaturan mengenai tata cara berkurban di tengah wabah PMK.

Ia sudah menemukan sejumlah fatwa tetapi perlu berkoordinasi dengan organisasi masyarakat Islam sebelum menginformasikan ke publik.

"Dalam satu-dua hari ini kita akan segera koordinasikan dengan ormas-ormas Islam agar bisa disampaikan kepada masyarakat kepada publik apa hukumnya kurban dan bagaimana kurban dalam situasi seperti sekarang," kata Yaqut.

Baca: Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang Serang Ribuan Hewan Ternak di Jawa Timur?

Untuk mencegah penyebaran PMK, pemerintah telah memutuskan melarang pergerakan sapi di 1.765 kecamatan yang terdampak PMK.

"Daerah merah ini ada di 1.765 dari 4.614 kecamatan atau di 38 persen. Selurunya detil nanti akan dimasukkan dalam instruksi menteri dalam negeri," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kemudian, pemerintah juga akan mengadakan 28-29 juta dosis vaksin PMK untuk hewan ternak pada tahun ini.

Terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, wabah PMK menginfeksi 180.000 ekor sapi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga Selasa (21/6/2022).

Saat itu, setidaknya sudah ada 19 provinsi dengan 169 kabupaten dan kota yang melaporkan adanya kasus PMK.

"Kita punya 18 juta ekor, yang terkena (PMK) sekitar 180.000. Itu kurang dari 1 persen," kata Syahrul usai penyerahan program pemberdayaan lintas kementerian di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Selasa.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved