Megawati Minta Semua Orang Sabar Soal Capres dari PDI-P : Boleh Dong Saya Umpetin

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mendapatkan banyak pertanyaan seputar calon presiden dan wakil presiden menuju Pilpres 2024


zoom-inlihat foto
Ketua-Umum-DPP-PDI-Perjuangan-Megawati-Soekarnoputri-2642018.jpg
Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat menerima kunjungan Pimpinan Ikhwanul Muballighin Mudjib Khudori di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018). Ia meminta semua pihak agar bersabar terkait pengumuman calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) dari PDI-P untuk Pilpres 2024.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meminta semua pihak agar bersabar terkait pengumuman calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) dari PDI-P untuk Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kedua Tahun 2021 PDI-P, Kamis (23/6/2022) setelah merasa mendapat banyak pertanyaan soal pencapresan.

"Tentu semuanya berpikir, kenapa ya ibu, sudah banyak itu pertanyaan. Kapan mau mendeklarasikan calon presiden dan calon wakil presiden, ya sabar lah sedikit," kata Megawati di lokasi Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dikutip dari Kompas.com.

Megawati menilai, pengumuman capres belum dirasa genting disampaikan pada saat ini.

Dirinya menyadari bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) sendiri baru akan dimulai pada 2024 atau dua tahun mendatang.

"Orang waktunya masih dua tahun lah, dua tahun lah, ya boleh dong saya umpetin aja terus," ujarnya berseloroh.

Baca: Bambang Pacul Sebut Masa Depan Ganjar Setelah Jadi Gubernur Jateng Ada di Tangan Megawati

Mega mengatakan dirinya sudah menggeluti dunia politik sejak 1986.

Dengan begitu, soal pengumuman nama capres, menurutnya, sudah ada aturannya.

Namun, Megawati menekankan bahwa untuk memilih capres butuh banyak pertimbangan.

"Tetapi yang sering saya renungkan adalah mencari sosok pemimpin. Karena apa, kalau pejabat, presiden pun sebenarnya masuk pegawai negeri, artinya digaji, dan ada pensiunnya," ungkap Megawati.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved