TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korban tewas dalam gempa di Afganistan yang terjadi pada Rabu dini hari, (22/6/2022), dilaporkan berjumlah lebih dari 1.000 jiwa.
Sementara itu, korban luka diperkirakan mencapai sekitar 1.600 orang.
Gempa tersebut merupakan gempa paling mematikan atau terparah di Afganistan dalam dua dasawarsa terkhir.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat, gempa memiliki kedalaman sekitar 6 mil dan mengguncang wilayah yang berada sekitar 28 mil dari Kota Khost.
Namun, wilayah yang paling parah terdampak adalah Provinsi Paktika yang berada di perbatasan dengan Pakistan.
"Hampir semua rumah sakit pemerintah dan swasta penuh dengan korban, kata Awal Khan Zadran, seorang dokter di Distrik Urgun di Paktika, dikutip dari The New York Times.
Kata dia, beberapa korban luka dibawa ke Ibu Kota Kabul menggunakan helikopter, sedangkan yang lainnya dibawa ke provinsi terdekat.
Baca: ISIS: Serangan di Kuil Sikh Afganistan Adalah Balas Dendam atas Penghinaan Nabi
Sharhadi Khosti (26), warga Distik Sperah di Khost, menceritakan peristiwa ini berdasarkan pengalamannya.
Dia mengatakan terbangun oleh guncangangn gempat sekitar pukul 01.000.
Kemudian sejumlah rumah, terutama yang terbuat dari tanah liat dan kayu, telah roboh sepenuhnya.
"Hingga kini, kami masih sibuk mengevakuasi korban tewas atau terluka dari puing-puing," kata dia..
Sementara itu, warga lainnya mengatakan ada tanah longsor yang terjadi setelah gempa.
Tanah longsor itu dilaporkan telah menghancrukan setidaknya satu desa. Diperkirakan ada ratusan warga yang terjebak di puing-puing rumah mereka.
Baca: Bom Meledak di Masjid Afganistan saat Salat Jumat Berlangsung, Puluhan Tewas
Proses evakuasi masih berlangsung dan dilakukan oleh Kementerian Pertahanan.
Namun, angin dan hujan menghalangi helikopter yang akan mendarat dan membawa korban.
Diperkirakan jumlah korban akan bertambah karena wilayah terdampak gempa berada jauh dari rumah sakit dan bencana terjadi pada dini hari sewaktu warga kebanyakan masih tertidur di dalam rumah.
Pemrintah Taliban telah meminta bantuan kemanusiaan dari organisasi internasional untuk menangani bencana ini.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memerintahkan Badan AS untuk Pembangunan Internasional dan sebagian lembaga AS lainnya untuk mencari cara terbaik dalam membantu Afganistan.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan bantuan kemanusiaan dari AS tengah dikirimkan ke wilayan terdampak.
"Kami berkomitmen melanjutkan bantuan kami untuk warga Afganistan yang membutuhkan karena kami berdiri di samping mereka selama dan setelah tragedi mematikan ini," kata Sullivan.
Baca: Taliban: Afganistan Sekarang Negara yang Bebas dan Berdaulat
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Afganistan di sini