"Sebanyak 250 orang yang mengikuti investasi tersebut," sambungnya.
Baca: Polemik Kasus Yusuf Mansur, Mulai dari Tabung Tanah hingga Batu Bara
Baca: Enggan Ganti Rugi Imateriil Rp 250 Juta, Yusuf Mansur Tawar Jadi Rp 1 Juta per Penggugat
Ratusan jemaah dan pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata itu mengeluarkan uang untuk investasi dengan nominal yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, seorang marbot Masjid Darussalam Kota Wisata disebut mengeluarkan jutaan rupiah untuk investasi itu.
"Besarannya (investasi) enggak sama. Kalau marbot masjid, itu ya paling nilainya (investasi) jutaan rupiah. Tapi kalau seperti Pak Z, seorang lawyer, dia mengeluarkan uang Rp 80 juta (investasinya)," urai dia.
Salah seorang investor, kata Herry, bahkan sampai menjual tempat tinggalnya untuk mengikuti investasi batu bara milik Yusuf Mansur.
Dari hasil menjual rumahnya, NK mendapatkan uang sebesar Rp 700 juta.
"Terus yang Rp 500 juta diinvestasikan ke batu bara," ungkap Herry.
Sementara sisanya, untuk biaya mengontrak rumah.
Bahkan, ada beberapa orang yang berinvestasi hingga miliaran rupiah kepada Ustaz Yusur Mansur.
Bahkan, ada beberapa orang yang berinvestasi hingga miliaran rupiah kepada Ustaz Yusur Mansur.
Herry menyatakan, mereka berinvestasi di program Yusuf Mansur itu karena dijanjikan keuntungan.
Katanya, keuntungan itu seharusnya didapatkan oleh setiap investor program tersebut setiap bulannya.
Namun, mereka tak kunjung mendapatkan keuntungan hingga saat ini.
Dalam penggerudukan tersebut, mereka menyampaikan adanya tuntutan.
Penyampaian tuntutan ini berlangsung selama 1,5 jam.
Usai tuntutan dibacakan, mereka yang menggeruduk rumah Yusuf Mansur ini meninggalkan lokasi.
Bahkan dalam aksi penggerudukan ini, jemaah tidak bisa bertemu dengan Yusuf Mansur maupun pihak keluarganya.
Namun, puluhan orang itu bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai kuasa hukum Yusuf Mansur.
"Jam 09.15 WIB (Senin) kita sudah di sana. Kita berdiri, kita enggak mau masuk ke dalam (kediaman Yusuf Mansur). Karena kalau masuk ke dalam, katanya enggak boleh direkam. Ya kita (menyampaikan tuntutannya) di tengah jalan," ujar Herry.
Yusuf Mansur akhirnya buka suara setelah rumahnya digeruduk puluhan orang pada Senin (21/6/2022).