Sosok Hadi Tjahjanto, Panglima TNI yang Resmi Jadi Menteri ATR/BPN dalam Reshuffle Kabinet Jokowi

Inilah sosok Hadi Tjahjanto, seorang Panglima TNI yang resmi diangkat menjadi Menteri ATR/BPN dalam reshuffle menteri Jokowi


zoom-inlihat foto
panglima-tni-marsekal-hadi-tjahjanto-5.jpg
Wikimedia Commons
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Hadi Tjahjanto kembali naik setelah dirinya ditunjuk sebagai menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan (ATR/BPN) pada Rabu, (15/6/2022), siang di Istana Negara Jakarta.

Dengan pelantikan itu, Hadi resmi menggantikan Sofyan Djalil sebagai Menteri ATR/BPN.

Lantas siapakah Hadi Tjahjanto sebenarnya?

Marsekal Hadi Tjahjanto merupakan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak tanggal 8 Desember 2017.

Hadi Tjahjanto lahir di Malang, Jawa Timur, 8 November 1963.

Diangkat sebagai pimpinan tertinggi TNI, Hadi Tjahjanto menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lahir di Malang, Jawa Timur, 8 November 1963, Hadi Tjahjanto merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU tahun 1987.

Baca: Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Dikabarkan Bakal Terjadi pada 15 Juni

Baca: Resmi Jadi Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahjanto Ingin Tuntaskan 3 Masalah Pertanahan

Sebelum menjabat sebagai Panglima TNI, Hadi Tjahjanto menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkata Udara.

Diangkatnya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai pimpinan tertinggi militer merupakan panglima TNI kedua yang berasal dari Angkatan Udara setelah Marsekal TNI Djoko Suyanto.

Hadi Tjahjanto berasal dari keluarga Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Ia memilii ayah berpangkat Kopral, dengan pangkat terakhir Sersan Mayor.

Sedangkan ibunya adalah pernah menjadi seorang penjual rujak cingur.

Pada masa SMA, Hadi Tjahjanto memilih jurusan IPA.

Semasa sekolah, Hadi masuk jurusan IPA dan dikenal sebagai siswa yang cerdas

Panglima TNI Hadi Tjahjanto saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari)
Panglima TNI Hadi Tjahjanto saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari) (KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari)

Berikut adalah riwayat pendidikan umu dan pendidikan militer dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto:

- SMPN 3 Singosari (dulunya - SMPN 7 Malang), lulusan 1979

- Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) Malang (SMAN 1 Lawang), angkatan 1982

- S1 Ilmu Politik

Pendidikan Militer:

- Akademi Angkatan Udara (AAU) (1986)

- Sekolah Penerbang TNI AU (1987)

- Seskoau

- Sesko TNI

- Lemhannas

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengawali karier militernya setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU) dan dilantik sebagai perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Pangkat yang ia terima adalah Letda yang dilantik oleh Presiden Soeharto pada 20 Sepember 1986.

Saat itu, Hadi Tjahjanto mengawali karier di Skadron Udara 4 yang bertugas mengoperasikan pesawat angkut ringan dalam Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut.

Ia menjadi pilot pesawat angkut Cassa.

Kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.

Pada tahun 1996, Hadi Tjahjanto tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan karena ditugaskan untuk memimpin pesawat angkut berat.

Dalam posisi ini bertugas sebagai Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.

Ia kemudian memimpin pendidikan penerbang Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkal Udara Adi Soemarmo tahun 1997.

Pada tahun 1998, Hadi Tjahjanto menjabat sebagai Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarmo dan menjadi Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI.

Baca: Lepas Jabatan Panglima TNI, Hadi Tjahjanto Sampaikan Pesan Khusus untuk Andika Perkasa

Baca: DPR RI Setujui Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI Gantikan Marsekal Hadi Tjahjanto

Tahun 1998 ia menjadi Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto.

Pada tahun 2000, Hadi dipercaya menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto.

Berikut adalah karier militer Hadi Tjahjanto:

1. Perwira Penerbang Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1986-1993)

2. Kepala Seksi Latihan Skadron 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1993)

3.Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (1996)

4. Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1997)

5. Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1998)

6. Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI (1998)

7. Instruktur Penerbangan Pangkalan Udara Adi Sucipto (1999)

8. Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Pangkalan Udara Adi Sucipto (2000)

9. Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I (2001)

10. Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (2004)

11. Kepala Dinas Personel Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2006)

12. Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara (2007)

13. Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI (2011)

14. Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011-2013)

15. Komandan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2015)

16. Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (2016-2017)

17. Panglima Tentara Nasional Indonesia (2017-sekarang)

Sebelumnya telah diberitakan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasannya memilih Hadi Tjahjanto menjadi Menteri ATR/Kepala BPN adalah lantaran rekam jejaknya saat masih menjadi Panglima TNI.

"Karena beliau dulu sebagai mantan Panglima (TNI) menguasai teritori, kita juga tahu, Pak hadi kalau ke lapangan kerjanya sangat detail," kata Jokowi usai proses pelantikan.

Jokowi membeberkan telah meminta Hadi untuk segera menyelesaikan persoalan sengketa lahan dan masalah sertifikat tanah, termasuk soal proyek pembangunan IKN.

"Urusan yang berkaitan dengan sengketa tanah dan sengketa lahan harus sebanyak-banyaknya bisa diselesaikan. Yang kedua urusan sertifikat. Termasuk di dalamnya urusan tanah yang berkaitan dengan IKN," kata Jokowi.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Putradi Pamungkas/Ka)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved