Alasan Jokowi Gantikan Mendag Lutfi dengan Zulkifli Hasan, Singgung Soal Pengalaman

Mendag Muhammad Lutfi dicopot dari jabatannya dan digantikan Zulkifli Hasan, Jokowi pun mengungkapkan alasan penggantian tersebut.


zoom-inlihat foto
Presiden-Joko-Widodo-dalam-Sidang-Kabinet-Paripurna.jpg
Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Selasa (5/4/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Zulkifli Hasan resmi dilantik sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) dan menggantikan Muhammad Lutfi.

Dikutip dari Tribunnews, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki pertimbangan tersendiri akan keputusan itu.

Jokowi mengungkapkan Zulkifli Hasan memiliki kemampuan manajerial yang dinilai mumpuni.

Alhasil, Ketua Umum PAN itu dirasa dapat mengatur secara rinci mengenai bidang perdagangan, terlebih urusan mikro.

"Ya kita melihat semuanya rekam jejak pengalaman, kemudian terutama untuk skill manajerial,"

"Sekarang bukan hanya makro saja, tapi mikronya juga harus secara detail dikerjakan," beber Jokowi, Rabu (15//2022) dikutip dari YouTube Kompas TV.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Selasa (3/5/2022).
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Selasa (3/5/2022). (Setkab.go.id)

Baca: Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Hadi Tjahjanto Menteri ATR, Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan

Baca: Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Dikabarkan Bakal Terjadi pada 15 Juni

Kendati begitu, tak hanya berpusat pada mikro, Jokowi juga memahami betul urusan ekspor pun menjadi tugas Kemendag.

"Tapi yang lebih penting urusan kebutuhan pokok di dalam negeri harus bisa kita jaga," tutur Jokowi.

Lebih jauh, Jokowi menyebut Zulkifli Hasan memiliki segudang pengalaman dan rekam jejak yang panjang.

"Saya kira (Zulhas) akan sangat bagus untuk Mendag,"

"Karena sekarang ini urusan pangan yang berkaitan dengan rakyat ini memerlukan pengalaman lapangan, memerlukan kerja-kerja yang terjun lapangan untuk melihat langsung persoalan yang utamanya berkaitan dengan kebutuhan pokok rakyat," sambung Jokowi.

Joko Widodo Lantik 2 Menteri dan 3 Wakil Menteri

Jokowi resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet Indonesia Maju di Istana Negara tepat hari ini, Rabu (15/6/2022).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara puncak HUT ke-7 Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rabu (22/12/2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara puncak HUT ke-7 Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rabu (22/12/2021). (Capture YouTube PSI)

Baca: Hasil Survei Charta Politika: Anies Kikis Basis Prabowo, Ganjar Kuasai Lumbung Suara Jokowi

Baca: Jokowi Imbau Masyarakat Segera Ikuti Vaksinasi Booster, Stok Pemerintah Lebih dari Cukup

Ini merupakan reshuffle jilid ketiga kabinet Indonesia Maju pada periode kepemimpinan Jokowi-Ma'aruf Amin 2019-2024.

Jokowi resmi melantik dua menteri serta tiga wakil menteri.

Dalam pelantikan menteri dan wakil menteri baru dihadiri sejumlah ketua umum partai politik.

Di antaranya Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto; Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar; Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri; dan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh.

Tak hanya itu, hadir pula Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto; Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa; dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas.

Menteri:

1. Menteri Perdagangan: M Lutfi diganti Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan;

2. Menteri ATR/BPN: Sofyan Djalil diganti Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Wakil Menteri:

1. Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri ATR/BPN;

2. Sekjen PBB Afriansyah Nor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan;

3. John Wemi Watimpo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, sebelumnya menjabat Wamen PUPR.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal reshuffle di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved