Situs Wadu Pa'a

Situs Wadu Pa'a adalah salah satu situs candi tebing yang berada di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.


zoom-inlihat foto
Situs-Wadu-Paa.jpg
KOMPAS.COM/SYARIFUDIN
Situs Wadu Pa'a di Bima, NTB

Situs Wadu Pa'a adalah salah satu situs candi tebing yang berada di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Situs Wadu Pa'a adalah salah satu situs candi tebing yang berada di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Situs ini merupakan tempat pemujaan ajaran Buddha yang bercampur dengan ajaran Hindu yang memuja Siwa.

Di sana pengunjung bisa menjumpai relief Ganesha, Siwa Pa'a, Siwa Mahaguru, Dhyanibuddha, dan relief stupa dengan berbagai tingkat payung (chattra).

Wadu Pa'a sendiri memiliki arti yaitu, wadu artinya batu dan pa'a artinya pahat. Maka, Wadu Pa'a merupakan batu yang dipahat.

Ukiran-ukiran pada Wadu Pa'a mengandung nilai historis yang sangat tinggi karena media ukirannya yaitu tebing-tebing batu yang berbentuk stupa.

Baca: Taman Gandrung Terakota

  • Sejarah #


Pada abad ke-11 atau pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, candi tebing ini dipahat dua orang bersaudara yakni Indra Zamrud dan Indra Komala.

Indra Zmarud dan Indra Komala adalah anak dari Sang Bima, bangsawan dari Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur.

Kedua anak tersebut merupakan buah dari perkawinan dengan salah satu putri seorang ncuhi atau kepala suku.

Kala itu, Sang Bima hendak meninggalkan tanah Bima, dia didatangi oleh para ncuhi untuk diminta kesediaan menjadi pemimpin tanah Bima.

Pada kala itu, Sang Bima sedang memahat tebing kaki bukit Lembo, Dusun Sowa, Desa Kananta, Kecamatan Soromandi yang akhirnya tenar dengan sebutan Wadu Pa'a.

Baca: Candi Borobudur

  • Tempat Pemujaan Agama Buddha #


Wadu Paa merupakan tempat pemujaan agama Buddha, atau mengandung unsur Buddha dan Siwa.

Hal itu diperkuat dengan ditemukannya relief Ganesha, Mahaguru, Lingga - Yoni, relief Buddha (Bumi Sparsa Mudra) termasuk stupa yang menyerupai bentuk stupa Goa Gajah di Bali atau stupa-stupa di candi Borobudur yang berasal dari abad X.

Hal itu didukung dengan terteranya Candrasangkala pada prasasti yang berbunyi "Saka Waisaka Purnamasidi atau tahun 631 Caka Masehi".

Baca: Situs Candi Jiwa

  • Terbagi 2 Sektor #


Situs Wadu Pa'a terbagi menjadi dua sektor yang berjarak sekitar 500 meter.

Sektor pertama terletak di sebelah utara dan setidaknya terdapat 21 pahatan dalam berbagai bentuk.

Dimulai dari bentuk yang paling utara ke selatan, yaitu bentuk Agastya; prasasti; relief dalam ceruk yang berbentuk lingga, lapik, dan Buddha; relief stupa dengan cahttra bersusun; Ganesa; stupa dengan chattra yasthi tunggal; relief lingga-yoni; relief lingga; mahluk Gana; relief dua stupa dengan chattra bersusun 15; stupa dengan chattra bersusun 11; stupa dengan chattra tunggal; stupa bercabang tiga; tiga dasar stupa dalam sebuah ceruk; relief dua stupa dalam sebuah ceruk; relief dua lingga di dalam ceruk; lingga-yoni di dalam ceruk; relief dua stupa di dalam satu ceruk; dan relief lingga-yoni di dalam ceruk.

Sementara itu, pada pahatan sektor kedua letaknya sekitar 500 meter ke arah selatan dari sektor I.

Pada sektro II terdapat pahatan relief yang menggambarkan tiga buah lapik dan relief yang menggambarkan 16 buah stupa yang mengapit sebuah ceruk arca.

Baca: Ken Dedes

  • Lokasi #


Situs Wadu Pa'a terletak di tepian Teluk Wadu Pa'a, sebuah teluk kecil di sebelah bara daya Teluk Bima.

Secara administrasi, situs ini berada di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)



Nama Situs Situs Wadu Pa'a
Lokasi Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
   


Sumber :


1. www.kompasiana.com
2. arkenas.kemdikbud.go.id
3. regional.kompas.com


Baca Juga
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved